Translate

Kamis, 19 Februari 2015

Review Film The Hobbit Part 2 : The Desolation of Smaug

Film The Hobbit 2 : The Desolation of Smaug merupakan lanjutan dari film pertama yang berjudul The Hobbit : Unexpected Journey. Ini adalah seri kedua dari trilogi novel The Hobbit yang diangkat ke layar lebar oleh sutradara terkenal bernama Peter Jackson. Sebelumnya, Jackson juga menjadi sutradara film trilogi The Lord of The Ring, sebuah novel yang juga ditulis oleh penulis cerita fiksi J. R. R Tolkien. Film ini di bintangi oleh Martin Freeman (Bilbo Baggins), Ian McKellen (Gandalf The Grey), Richard Armitage (Thorin Oakenshield), Beorn (Mikael Persbrandt), Luke Evans (Bard), Lee Pace (Thranduil) dan Orlando Bloom (Legolas).

Cerita diawali dengan pertemuan Thorin (Richard Armitage) dengan Gandalf (Ian McKellen) di sebuah kedai yang membahas rencana perebutan kembali Erabor dari kekuasaan Smaug, naga jahat yang sangat menyukai kilauan emas. Setahun kemudian, rencana itu terlaksana. Rombongan berjumlah empat belas orang, yang terdiri dari dua belas orang kurcaci, satu orang hobbit dan seorang penyihir, melakukan perjalanan penuh kejutan dari desa shire yang tenang menuju Lonely Mountain.

Mereka menemukan banyak hal diperjalanan. Bilbo Baggins (Martin Freeman), si hobbit sangat kagum bertemu dengan makhluk-makhluk yang selama ini hanya menjadi dongeng di bangsanya. Seperti bangsa peri, Orc, Warg dan bangsa manusia. Ancaman dan bahaya juga selalu bersama mereka. Bangsa Warg, contohnya, tak pernah berhenti mengejar meraka karena pemimpinya Azog ingin membunuh Thorin karena dendam di masa lalu. Begitu pula dengan bangsa Orc, mereka marah karena Gandalf telah membunuh rajanya saat mereka terjebak di Gunung. Petualangan di gunung benar-benar suatu anugrah bagi Bilbo kerena disana dia mendapatkan sebuah cincin ajaib dari makhluk kecil jahat bernama Gollum. Cincin itu bisa membuat yang memakainya menjadi tidak terlihat.

Akan tetapi, disaat-saat ancaman maut mengancam nyawa mereka, mereka selalu mendapat bantuan disaat yang tepat. Contohnya, saat bangsa Warg menyerang mereka, mereka justru kabur ke arah pemukiman bangsa Elves dan mendapat pertolongan cara membuka pintu yang tersembunyi di Erabor. Ataupun saat mereka lari dari kejaran Orc, mereka beruntung karena melarikan diri ke arah rumah Beorn, seorang manusia yang dapat berubah menjadi beruang, dan mendapat perlindungan serta bantuan perbekalan. Mereka juga di beritahu oleh Beorn cara melewati hutan Mirkwood dengan aman walaupun pada akhirnya mereka tersesat juga. Saat tersesat, hampir saja mereka menjadi santapan laba-laba raksasa kalau saja pasukan Elves yang dipimpin Legolas (Orlando Bloom) dan Tauriel tidak menyelamatkan mereka. Mereka menjadi tawanan Elves selama beberapa saat lalu dengan kecerdikan Bilbo mereka bisa melanjutkan perjalanan menuju Lonely Mountain.

Film ini menyajikan cerita yang menggambarkan kebersamaan setiap tokoh agar tujuan yang diinginkan tercapai. Diawal cerita, film ini menunjukkan ketidakharmonisan hubungan antara Bilbo dan kurcaci lainnya saat Bilbo ingin pulang kerumahnya secara diam-diam. Thorin merendahkan kemampuan Bilbo dan terus menanyakan alasan Gandalf mengikutsertakan Bilbo dalam rombongan karena Bilbo lemah dan tak bisa membela diri. Tapi lambat laun hubungan mereka membaik. Thorin akhirnya mengerti kalau dibalik tubuh kecil Bilbo, Bilbo adalah hobbit yang sangat cerdik dan berhati tulus. Selama perjalanan, mereka saling menunjukkan kepedulian dengan saling menyelamatkan jika yang lain dalam bahaya.

Di banding novel aslinya, film ini mengalami pengembangan cerita di beberapa bagian. Misalnya seperti konflik antara Azog dan Thorin, cerita cinta antara Kili dan Tauriel serta awal mula kemunculan Nacromancer yang merupakan roh jahat dari Sauron, sang penguasa kegelapan di masa depan. Dengan pengembangan cerita tersebut, film ini  menyajikan cerita dari novel aslinya secara lengkap dan utuh, sehingga film ini mempunyai durasi yang sangat panjang. Akan tetapi, sayangnya, walaupun dibalut dengan nuansa komedi, saya sebagai penonton tetap merasa sedikit bosan. Menurut saya, sebaiknya ada beberapa bagian yang dipotong karena tidak terlalu berpengaruh pada cerita secara garis besar.

Secara keseluruhan, film ini menyajikan teknologi grafis dengan efek yang sangat menakjubkan. Latar film ini benar-benar di buat secara detail seperi zaman abad pertengahan. Tokoh-tokohnya dirias dengan sangat rinci mulai dari tatanan rambut, bentuk telinga, warna kulit sampai kepangan jenggot. Selain itu, film ini memiliki latar yang sangat indah. Penonton bisa melihat megahnya Rumah Ramah Terakhir milik bangsa Elves dan bersihnya aliran sungai menuju Kota Danau bangsa manusia. Dengan backsound yang tepat, film ini membawa saya sebagai penonton merasa masuk berada disana dan merasakan semua ketegangan yang ada.

Rabu, 18 Februari 2015

Fanfic : Don't Leave Me Again, Kim Woo Bin Chapter 2

Disclaimer :
Cerita ini hanya fiktif belaka. Penulis hanya melakukannya untuk have fun saja dan tidak mengambil keuntungan sepeser pun dari fanfic ini. Mohon maaf bila ada typo.So, Enjoy it~~ ^^

Warning! Boys x boys, yaoi, bromance, fujoshi

Jongbin, woosuk couple.

Cast :
Selain Kim Woobin dan Lee Jongsuk, author kasih kebebasan pembaca untuk berimajinasi tokoh-tokoh yang ada.

Happy reading this fanfiction ! :)

Previous Chapter :

Jongsuk mendekati etalase Roti Mocca Topping dengan pandangan lemah. Dengan wajah sedih, dia menundukkan kepalanya.

"Kau dimana?" bisiknya pelan.

"Aku merindukanmu."

***

Di ruang UGD rumah sakit Dr. Kang Min Ra dan Dr. Park Jo Hyung sedang bahu-membahu memeriksa salah satu pasien kecelakan yang terluka cukup parah. Tak lama, mereka berdua keluar bersama.

"Kau benar-benar hebat tadi Dr. Park dengan menutup aliran darahnya." puji Dr. Kang dengan menunjukan kedua jempolnya.

Dr. Park hanya memandangnya datar. "Kini kau yang ambil alih. Cek pasien itu tiap jam. Beri dia sesuatu agar darahnya di otaknya tak menggumpal. Kau mengerti kan?" lalu melangkah pergi.

Dr. Kang mengumpat kasar. Dia benar-benar kesal dengan rekannya itu.

"Hah, dia pikir aku bodoh. Dan bahkan dia tidak mengucapkan terima kasih karena pujianku atau apapun. Dia pikir dia keren? Dasar cowok menyebalkan!" Dr. Kang melangkah melewati koridor yang berlawanan.

***

Lee Jongsuk yang sedang melihat-lihat dikejutkan dengan suara seseorang dari luar.

"Kek, aku pulang.."

Terdengar suara lonceng ketika orang tersebut membuka pintu.

Jongsuk berbalik dan bersiap menyambutnya dengan senyuman. Tapi senyuman itu langsung hilang ketika melihat orang yang ada didepannya.

Orang didepannya tak kalah kaget melihat seseorang yang kini menatapnya. Tapi tak lama ia tersenyum lalu tertawa senang, menjatuhkan barang bawaanya.

"Lee Jongsuk! Benarkah kau Lee Jongsuk temanku? Jongsuk-ah, aku tak menyangka akan bertemu denganmu disini." kata Kim Woobin sambil memeluk Jongsuk erat lalu melepaskannya.

Melihat Jongsuk yang hanya terdiam, Woobin jadi heran. "Jongsuk-ah, apa kau tak senang bertemu denganku? Atau, apa kau mungkin melupakanku? Hell, kau jahat sekali."

Woobin mencoba bercanda. Jongsuk menatapnya bingung. Woobin pikir Jongsuk kebingungan mengingat namanya.

"Kau benar-benar melupakanku rupanya." Woobin menggeleng-gelengkan kepala seolah merasa tersakiti. "Baiklah, ayo kita mulai dari awal."

Woobin tersenyum. Tangannya mengambil tangan Jongsuk dan mengajaknya bersalaman.

"Kenalkan, aku Kim Woobin. Kita dulu teman satu SMP dan kau dulu adalah kakak kelasku. Kau pasti mengingatnya kan?"

Jongsuk tidak menjawab.

"Apa kau disini selama ini?" tanya Jongsuk.

Woobin bingung. "Ya, tentu saja."

"Apa kau memperoleh banyak informasi disini?"

"Tidak, bagaimana mungkin aku mendapatkan banyak informasi.  Orang-orang disini bahkan tidak ada yang punya televisi."

Jongsuk tersenyum tipis.

"Jadi kau tidak melihatku selama ini?"

Woobin tertawa. "Apa kau mencoba pamer padaku? Tidak, karena satu hal aku sempat melihatmu ditelevisi. Kau sudah menjadi aktor hebat rupanya." kata Woobin sambil menepuk-nepuk pundak Jongsuk.

Senyum diwajah Jongsuk langsung pudar. Dia menatap Woobin dengan tatapan yang sulit didefinisikan. Seperti sedih, marah, dan kecewa yang menjadi satu.

Woobin sendiri bingung tak tahu berbuat apa melihat reaksi Jongsuk.

***

Seorang ahjumma bernama Dae Hong terlihat mencoba mendatangi ahjumma-ahjumma lain yang sedang berkumpul.

"Apa kalian bertemu seorang pemuda bertumbuh tinggi dan kurus tadi." kata Dae Hong mengawali perbincangan.

"Ya, tadi dia ingin menanyakan alamat padaku. Tapi aku menatapnya tajam. Memang siapa dia Dae Hong? Apa kau mengenalnya?" kata seorang ahjumma bertubuh gendut. Ahjumma-ahjumma lain berseru penasaran.

Dae Hong tersenyum sinis, "Dia adalah tamu si kakek gendut, Go Myung Woo. Kalian tahu apa yang harus kita lakukan? Kita harus mengusirnya!"

"Tapi Dae Hong, bagaimana kalau dia hanya pelanggan roti atau kerabat yang tinggal sementara? Tentu akan berlebihan kalau kita mengusirnya saat ini. " kata ahjumma yang satu lagi. Ahjumma-ahjumma lain tampak menjadi ragu.

"Jangan khawatir. Aku sudah menyelidikinya. Pemuda itu memang berniat tinggal disini untuk waktu lama. Dan kalian tahu peraturannya dan akibatnya jika itu dilanggar. Kita harus segera mengusirnya!"

Ahjumma-ahjumma itu bersahutan menyetujui.

***

Kakek Go datang kembali menemui Jongsuk. Dia tersenyum ketika dia juga melihat Woobin.

"Ah, kalian sudah bertemu?"

Jongsuk dan Woobin sontak menengok ke arah Kakek Go.

"Kek, apakah anak angkat yang kau maksud adalah dia?" tanya Jongsuk penasaran. Woobin mengernyit.

Kakek tertawa, "Kalian sudah saling berkenalan ya? Tentu saja, dia anak angkatku. Tampan bukan?"

Giliran Woobin bertanya.

"Kek, apa yang dia lakukan disini? Apa kau mengangkat anak lagi?" tanyanya sambil memasang wajah kesal.

Belum sempat Kakek Go menjawab. Jongsuk langsung meninju keras wajah Kim Woobin. Gerakannya yang sangat cepat membuat Kim Woobin tak sempat menghindar.

Kakek Go terlihat sangat shock. Sambil memegang sisi wajahnya, Kim Woobin menatap Jongsuk tidak percaya.

Jongsuk menatap Woobin marah.

"Aku membencimu." katanya sambil berlalu pergi.

***

Dr. Kang Min Ra baru saja pulang dari tempat kerjanya melihat Dae Hong dan beberapa ahjumma yang yang terlihat pulang dari rumahnya. Dia melihat ayahnya yang duduk diteras depan.

"Appa, untuk apa mereka datang ke sini?" tanya Min Ra penasaran.

"Mereka hanya meminta pendapatku saja." katanya sambil tersenyum. "Kau baru pulang? Apa hari ini melelahkan?"

Min Ra langsung menceritakan semua yang dilaluinya hari ini. Operasi yang sukses, pasien yang aneh, dan Dr. Park yang masih saja bersikap sok keren.

Ayahnya tertawa mendengar cerita Min Ra.

"Apa kau yakin kau tidak menyukainya?" ledek ayahnya.

"Tidak, tentu tidak.."

Ayahnya tersenyum tak percaya.

Min Ra memukul bantal ke ayahnya dan ayahnya pura-pura meringis kesakitan. "Sekarang aku tahu kenapa dia menjauhimu. Kau benar-benar kuat, Min Ra. Sama seperti ibumu."

Air muka Min Ra langsung berubah sedih. "Appa, apa kau juga merindukannya?"

***

Ketika Jongsuk sampai di apartemennya, dia langsung bergegas mandi. Saat itu, dia memikirkan semua yang dialaminya tadi. Termasuk pertemuaannya dengan Woobin, sahabatnya saat SMP dahulu.

Setelah mandi, ponselnya berdering.

Dari Managernya.

Ya, hyung..

Kenapa kau memukulnya? Ingat, apapun alasanmu. Kau akan tetap kerumah ayahku!

Kenapa kau tidak bilang dari awal kalau anak angkat ayahmu bernama Kim Woobin?

Memangnya kenapa? Kau tak pernah bertanya sebelumnya. Lagipula, apa itu penting? Apa kau mengenalnya sebelum ini?

Ya, dia teman lamaku. Lebih tepatnya dia adik kelasku dulu.

Bukankah itu bagus? Kalian seharusnya cepat akrab. Besok aku akan ke apartemenmu jam 8. Aku akan  membantumu memindahkan barang. Bersiap-siaplah.

Tapi, hyung. Apa kau tidak penasaran kenapa aku memukulnya?

Ckck. Itu semua sudah jelas. Kau sunbae yang buruk, Jongsuk. Sampai jumpa besok.

Hyung..

Sambungan telepon terputus.

Jongsuk melemparkan ponselnya sembarangan ke tempat tidur lalu membantingkan tubuhnya ke kasur yang empuk. Matanya terpejam. Hari ini sangat melelahkan buat Lee Jongsuk.

"Kau benar-benar bajingan, Kim Woobin." gumamnya pelan. Matanya terlihat merenung sejenak tangan memeluk erat sebuah miniatur meja berbentuk kue. Tak lama, dengkuran halus pun terdengar pertanda Jongsuk telah tertidur.

***

(to be continued)

Leave comment please :-)

Senin, 02 Februari 2015

Fanfic : Don't Leave Me Again, Kim Woobin

Disclaimer :
Cerita ini hanya fiktif belaka. Penulis hanya melakukannya untuk have fun saja dan tidak mengambil keuntungan sepeser pun dari fanfic ini. Mohon maaf bila ada typo.So, Enjoy it~~ ^^

Warning! Boys x boys, yaoi, bromance, fujoshi

Jongbin, woosuk couple.

Cast :
Selain Kim Woobin dan Lee Jongsuk, author kasih kebebasan pembaca untuk berimajinasi tokoh-tokoh yang ada.

Happy reading this fanfiction ! :)

Disuatu daerah pinggiran kota Gyunggi, terdapat sebuah pedesaan terpencil yang hampir semuanya berbentuk rumah sederhana yang serupa. Di ujung jalan, terlihat seorang namja bertubuh tinggi dengan dengan kertas ditanganya. Matanya bergantian melihat ke arah kertas lalu ke deretan rumah-rumah sederhana yang ada. Dia sedang mencari alamat.

"Dimanakah alamat ini sebenarnya? Rumah disini terlihat sama satu sama lain. Apa aku hanya berputar-putar saja sejak tadi?" gumamya sambil mendesah lelah. Dia melanjutkan aktivitasnya sampai hanya tinggal tiga rumah lagi yang tersisa.

Perkenalkan, pemuda yang dimaksud sejak tadi adalah Lee Jongsuk. Dia berusia 22 tahun dengan tubuh tinggi dan kurus. Wajahnya sangat bersih dan tampan seperti seorang model.

Pemuda itu beberapa kali bertemu dengan warga sekitar. Tapi setiap kali melihatnya, orang-orang yang ditemuinya selalu menatapnya sinis dan menyuruhnya cepat pergi. Jongsuk semakin bingung dengan sikap warga ditempat itu. Dia jadi ragu kalau dia berada di tempat yang benar.

Ketika Jongsuk hendak mengecek alamat yang dia punya ke salah satu rumah, mendadak muncul seorang wanita muda berpakaian rapi dari dalam rumah itu. Jongsuk kaget, begitu juga si wanita.

"Apa yang kau lakukan?" kata si wanita sambil melotot ke arah Jongsuk. "Apakah kau pencuri?" katanya curiga. Buru-buru dia mendekap erat tasnya.

"Uhm, maaf noona. Saya bukan pencuri."Jongsuk mencoba mengendalikan diri. "Saya hanya ingin memastikan apakah ini benar Chaedonghee No. 9. Saya sedang mencari alamat ini."

Si wanita muda menyipitkan mata. "Apa aku terlihat bodoh? Kau pikir aku akan percaya? Hell, aku Kang Min Ra seorang dokter yang hebat. Sekali kau mendekat, aku akan berteriak keras dan warga akan segera berdatangan. Ketika mereka berhasil menangkapmu, aku bersumpah akan memutuskan aliran darahmu. Jadi jangan coba-coba mendekat!"

Jongsuk mendesah.

"Dia benar-benar gila." kata Jongsuk memutuskan untuk pergi. Min Ra yang melihatnya, langsung menghadangnya.

"Jadi kau bukan pencuri?" tanya Min Ra. Tatapannya masih penuh selidik. Jongsuk yang malas menjawab mengabaikan begitu saja sambil berjalan pergi.

"Belok kanan, Kedai Roti Jjang milik Kakek Go." kata Min Ra tiba-tiba.

Jongsuk terdiam.

"Itu alamat yang kau cari."

Min Ra lalu mengambil tasnya lalu berjalan pergi mengendarai mobil meninggalkan Jongsuk. Jongsuk hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala, "Apa aku bisa tinggal ditempat ini?" katanya sambil memandang sekeliling.

***

Turun dari mobil, Min Ra berjalan kaki dengan cepat menuju tempat kerjanya. Kakinya berulang kali terserimpet karena dia jalan dengan tidak fokus. Pikirannya mengingat saat pertemuaannya dengan pemuda tadi.

Memalukan!

Memalukan!

Memalukan!

Hanya itu yang ada dipikiran Min Ra.

"Aku benar-benar bersikap bodoh tadi karena menuduh orang sembarangan kalau dia pencuri." katanya sambil menutup wajahnya. "Semoga dia cepat pergi. Orang-orang disini tak akan menyukai kedatangannya."

Sambil berkata begitu, wajahnya berubah sedih.

***

Lee Jongsuk telah sampai ke Kedai Roti Jjang, tempat yang dimaksud Dr. Kang tadi. Bangunan di hadapannya memiliki design kedai modern sederhana seperti di Kota Seoul pada umumnya. Namun terlihat sudah nampak tua di beberapa sisi, tapi nampak kuno dan kokoh secara bersamaan.

Jongsuk masuk ke dalam kedai. Terdengar bunyi lonceng ketika dia mendorong pintu masuknya. Ketika sudah masuk, Jongsuk langsung mencium aroma roti yang sepertinya baru matang. Dia lalu mengitarkan pandangannya dan melihat roti-roti yang sangat lezat di depannya. Jongsuk tersenyum senang.

Tak lama, datang Kakek Go Myung Woo, sang pemilik kedai. Dia kakek gemuk yang mempunyai mata yang berbinar. Begitu melihat Jongsuk, dia langsung tersenyum ramah.

"Hei, nak. Apa kau ingin membeli sesuatu? Aku punya roti-roti yang sangat lezat disini." katanya menawarkan.

Jongsuk tertawa.

"Kek, apakah benar ini Chaedonghee No. 9? Aku tak menyangka kalau ini adalah kedai roti. Jadi kau Kakek Go Myung Woo?"

Kakek mengangguk. "Kau benar, nak. Aku Kakek Go Myung Woo. Astaga, apa kau Lee Jongsuk?" kata Kakek Go kaget. "Jadi denganmu anakku bekerja?"

Jongsuk tersenyum.

Kakek Go menatap Jongsuk keseluruhan dari atas ke bawah. "Anakku selalu berbicara tentangmu. Dia bilang kau sangat tinggi seperti jerapah. Kupikir dia membual. Tapi setelah melihatmu, aku rasa dia tidak berlebihan. Dan selain tinggi, kau juga sangat tampan."

Jongsuk tertawa, "Aku baru tahu kalau Manager Go berkata seperti itu pada semua orang."

"Aku tahu kalau aku punya anak yang sangat kurang ajar."

Mereka berdua tertawa bersama.

Jongsuk berhenti tertawa ketika dia melihat tulisan yang terpampang pada etalase.

'Mocca Toping' bisik Jongsuk perlahan.

Kakek Go tersenyum melihat Jongsuk menatap intens roti mocca-nya. "Omo, aku bodoh sekali. Kau baru tiba setelah perjalanan jauh. Harusnya aku menyiapkan sesuatu."

Dia pikir Jongsuk lapar dan ingin makan roti mocca itu.

"Jongsuk-ssi, tunggu sebentar. Kau bisa duduk dan melihat-lihat. Ambil yang kau suka. Mengerti?" katanya sambil mengedipkan mata.

Jongsuk mengangguk.

"Dan segeralah bawa barang-barangmu kesini. Kau pasti akan betah berada disini. Jung Kyo pasti sudah bercerita kalau dia punya adik angkat kan? Dia seumuran denganmu, kurasa kalian akan cepat akrab." Kakek Go berlalu masuk ke dalam.

Jongsuk mendekati etalase Roti Mocca Topping dengan pandangan lemah. Dengan wajah sedih, dia menundukkan kepalanya.

"Kau dimana?" bisiknya pelan.

"Aku merindukanmu."

***

(to be continued)

Leave comment please :-)

Sabtu, 31 Januari 2015

Sweet Medicine

Cast 5 orang:
Winda sebagai model
Zahra sebagai dokter spesialis tulang
Khansha sebagai dokter spesialis tulang
Ashma sebagai manager Winda
Diah sebagai kepala administrasi rumah sakit

Winda adalah seorang model. Dia model yang hebat dan sedang berada dipuncak karier. Suatu hari dia kecelakaan mobil. Dia pun dibawa kerumah sakit. Saat kecelakaan, dia mengalami benturan keras dikepala dan pergeseran tulang kaki. Karena sebulan lagi Winda akan mengikuti traning untuk kontes model Internasional perwakilan Indonesia, maka Ashma selaku manager meminta pada pihak rumah sakit untuk menugaskan seorang dokter spesialis untuk merawat Winda secara intensif.  Hanya ada 3 dokter spesialis tulang dirumah sakit itu, yaitu Zahra, Khansha dan satu yang sedang cuti karena sedang hamil besar. Khansha dan Zahra bekerja secara bergantian. Dan ketika kecelakaan Winda terjadi, saat itu merupakan bagian tugas Zahra. Jadi  Winda merupakan salah satu pasien tanggung-jawab Zahra. Winda menunjukkan ketidaksukaan ketika bertemu Zahra dan meminta Diah selaku pihak rumah sakit untuk menggantinya, tapi Diah menolak.

Saat ingin diperiksa, Zahra bertanya kenapa Winda jadi suka mabuk-mabukan karena dulu ketika mereka berteman Winda pernah bilang kalau dia sangat membenci orang yang sedang mabuk. Winda meminta Zahra untuk tidak usah sok mengkhawatirkan dia. Karena bukannya dulu ketika SMA Zahra yang bilang kalau Zahra nggak pernah mengenal apalagi berteman sama dia. Zahra dulu juga bilang kalau Winda aneh. Zahra minta maaf dia bilang dia punya alasan. Tapi Winda nggak mau dengerin dan bilang dia nggak punya keinginan untuk berteman lagi. Dia lalu meminta Zahra memeriksanya dengan cepat karena dia mau istirahat. Tapi itu cuma alasan karena sebenarnya dia nggak mau ngelihat Zahra.

Saat Zahra udah pergi, Ashma datang dan bilang kalau dia abis ke kantor polisi dan mengatur supaya kepolisian bilang kalau Winda kecelakaan karena mengantuk saja bukan karena mabuk. Jadi, Winda nggak perlu khawatir kalau dia akan punya surat catatan kepolisian. Selain itu, dia juga sudah mengurus korban dan bilang kalau korban tidak mengalami luka serius. Dia juga bilang kalau dia udah ke petinggi rumah sakit dan meminta mereka merahasiakan kondisi Winda yang sebenarnya dari media. Winda cuma melihat sambil mengangguk-angguk dan menyuruh Ashma pergi. Ashma sebenarnya kesal tapi dia bersikap pura-pura manis dan pamit pergi.

Zahra terlihat sedih dengan sikap Winda. Khansha dateng dan bertanya kenapa zahra sedih. Zahra pun cerita semuanya sama Khansha kalau sebenarnya Winda itu sahabatnya dulu. Tapi hubungan mereka memburuk saat SMA. Zahra merasa bersalah karena sikapnya dulu dan sekarang ingin minta maaf. Tapi Winda menolak. Dia bilang nggak mau punya keinginan untuk berteman lagi. Zahra ngerasa hancur dengan ucapan Winda. Winda nanya emang apa masalahnya sampai mereka saling menjauh. Zahra bilang kalau dia dulu bersikap sangat egois. Karena dulu dia rela mengorbankan persahabatannya demi mementingkan pendidikan dan karier.

Zahra cerita kalau dulu dia dan Winda satu sekolah. Mereka sangat dekat hampir seperti saudara. Tapi sejak orang tua Zahra meninggal, dia terpaksa tinggal dengan pamannya. Pamannya yang hidup pas-pasan tak mampu menyekolahkan Zahra diSMP lamanya yang elite. Akhirnya Zahra masuk sekolah umum. Sejak saat itu, mereka tak pernah lagi bertemu. Saat SMA, Zahra terkejut ketika Winda juga masuk SMA umum yang sama dengannya. Tapi pertemuan mereka berlangsung dingin. Mereka seolah tak saling mengenal satu sama lain. Zahra bilang kalau dia sebenarnya pingin banget menyapanya Winda seperti dulu. Tapi dia nggak bisa. Sampai sekarang Zahra masih nyesel karena dia nggak ngakuin Winda didepan teman-temannya kalau mereka bersahabat.

Khansha mendengar Zahra seksama. Dia bilang kalau dia ngerti perasaan Zahra. Dia mencoba menghibur Zahra dengan mentraktirnya makan di kantin rumah sakit. Zahra setuju dan mereka pun pergi ke kantin bersama-sama.

Winda yang sangat suntuk berada di ruang perawatan sendirian memutuskan untuk berjalan-jalan ke taman. Di tengah perjalanan Winda ketemu Diah, dan Diah mencoba mengantarnya. Tapi Winda menolak. Diah bilang ke Winda kalau sekarang Winda bisa memilih siapa dokter terbaik yang menanganinya. Tapi Winda hanya mengucapkan terima kasih dan berlalu pergi.

Untuk ke taman, Winda harus melawati kantin rumah sakit. Disana dia ngeliat Zahra yang lagi bercanda sama Khansha. Mereka terlihat bersahabat dengan dekat. Winda yang melihatnya menjadi marah dan kembali ke ruang perawatannya.

Saat selesai makan dikantin, Khansha dan Zahra ketemu sama Diah. Diah mengajak mereka berdua ke ruangannya. Diah bilang kalau dia akan mengangkat salah satu dari mereka berdua sebagai dokter tetap dirumah sakit. Jadi, mereka berdua harus bersaing mengeluarkan kemampuan terbaik mereka. Dan persaingan mereka itu ditentukan oleh Winda, karena Winda adalah pasien istimewa rumah sakit ini. Siapapun yang dipilih oleh Winda dan mampu menyembuhkannya dengan cepat maka akan menjadi pemenang. Zahra sudah pasrah kalau pasti dia bakal kalah.

Ashma menemui Winda lagi dan meminta Winda menandatangani kontrak menjadi bintang iklan. Winda yang sedang malas menandatanginya tanpa membaca. Saat itu, Diah, Khansha dan Zahra juga datang menemui Winda. Diah nanya ke Winda siapa dokter spesialis yang dipilih Winda. Sesuai dugaan kalau Winda  memilih Khansha. Khansha meminta maaf pada Zahra, tapi Zahra bilang kalau dia mengerti. Zahra memberikan catatan medis Winda pada Khansha. Diah lalu menyuruh mereka semua keluar agar Khansha sebagai dokter Winda yang baru bisa memeriksa pasiennya.

Semua tidak tahu kalau Winda sedang merencanakan hal buruk sama Khansha. Saat semua sudah keluar, Winda meminta Khansha untuk melatihnya berjalan. Khansha awalnya menolak, karena dari catatan medisnya, kaki  Winda belum pulih walaupun perbannya sudah dibuka. Tapi Winda bersikeras kalau kakinya kuat dan dia ingin sembuh secepatnya. Akhirnya, Khansha pun melatih Winda belajar berjalan. Winda berlatih berkali-kali sampai jatuh bangun. Khansha menyuruhnya berhenti karena dia akan pergi. Winda menurut. Tapi ketika Khanshq telah pergi Winda kembali latihan berjalan sendiri. Winda jatuh berkali-kali saat latihan. Lama-kelamaan kakinya tidak kuat untuk berdiri. Dia menjerit kesakitan.

Saat itu, Zahra datang menolong. Ashma yang datang menemui Winda kaget karena kaki Winda kembali diperban. Ashma yang tidak terima menemui Diah selaku pihak rumah sakit dan menyatakan komplain. Diah pun menelpon Khansha untuk datang kerumah sakit. Ashma menyudutkan Khansha kalau Khansha lengah sebagai dokter. Tapi Khansha bilang kalau dia tidak bersalah. Dia sudah menyuruh Winda berhenti berlatih tapi Winda tidak mendengarnya. Khansha menyuruh Ashma bertanya sendiri sama Winda tentang kebenarannya.

Semua menunggu jawaban Winda. Khansha terkejut waktu Winda bilang Khansha lah yang menyebabkan ini semua. Dia menyuruhnya berlatih keras agar cepat sembuh. Winda juga bilang kalau dia sebenarnya sudah lelah berlatih tapi Khansha bilang ketika Khansha kembali dia akan mengecek keadaan Winda. Khansha akan tahu kalau sebenarnya Winda tidak berlatih.

Khansha menatap Winda tidak percaya. Dia menuduh Winda berbohong sama semua orang. Tapi Winda bersikeras kalau tak ada untungnya dia berbohong. Winda meminta Diah untuk memecat Khansha karena Khansha telah mencoba mencemarkan nama baiknya. Diah yang lebih percaya Winda mengajak Khansha berbicara. Khansha mencoba meyakinkan Diah kalau Winda berbohong. Tapi Diah bilang itu nggak mungkin. Karena Winda pasti nggak ingin ditangani sama Zahra. Khansha tetap menyangkal tapi Diah nggak percaya. Diah bilang kalau dia akan membatalkan pengangkatan Khansha sebagai dokter tetap, dan bahkan Diah mempersilahkan Khansha untuk mencari pekerjaan ditempat lain. Khansha sangat sedih. Zahra yang mendengar percakapan mereka menjadi tidak enak. Zahra tahu bahwa dia yang akan diuntungkan dengan kejadian ini.

Zahra pergi menemui Winda diruangannya. Tapi Winda nggak ada. Setelah mencari beberapa saat akhirnya dia menemukan Winda di taman. Winda yang melihat Zahra mencoba melarikan diri. Tapi usahanya sia-sia dengan kakinya yang terluka. Zahra bertanya kenapa Winda berbohong. Winda awalnya mengelak, tapi Zahra bilang kalau dia tahu yang sebenarnya. Winda akhirnya ngaku kalau dia berbohong. Zahra nanya emangnya Khansha salah apa sama Winda. Kenapa Winda ngelakuin ini. Apa Winda nggak sadar kalau Khansha bisa salah paham sama Zahra dengan kejadian ini. Persahabatanya bisa hancur dan Khansha bisa membenci Zahra. Zahra bilang kalau Winda benci dia seharusnya Winda hanya benci dia aja dan jangan menyeret Khansha ke dalam masalah mereka.

Winda bilang kalau memang itu yang dia inginkan. Dia ingin menghancurkan persahabatan Zahra dan Khansha sama seperti persahabatannya dulu dengan Zahra. Dengan sinis Winda bilang kalau dia heran masih ada yang mau bersahabat sama Zahra karena Zahra adalah orang yang mampu membuang sahabat sesukanya. Winda mengingatkan Zahra yang membuangnya dulu. Zahra bilang kalau itu bukan keinginannya. Dan dia terpaksa melakukannya karena situasi yang sulit saat itu. Winda marah, dia bilang seharusnya disaat situasi sesulit apapun harusnya Zahra datang menemuinya bukan justru meninggalkannya karena mereka sahabat. Zahra diam, dia tak menyangka Winda masih menganggapnya sahabat.

Lama hening, akhirnya Winda bertanya kenapa Zahra ninggalin dia. Kenapa Zahra nggak ngasih kabar kalau dia pindah sekolah dan ngasih tahu alamatnya yang baru.

Zahra bilang kalau akan semakin berat baginya untuk meninggalkan sekolah kalau dia ketemu Winda.

Winda nanya trus ketika mereka satu SMA kenapa Zahra diemin dia? Kenapa Zahra ikut-ikutan jauhin dia kayak anak lain?

Zahra bilang kalau dia minta maaf. Dia minta maaf karena dia tak mengakui Winda sebagai sahabatnya dulu. Zahra bilang kalau anak-anak lain ngejauhin dia karena mereka iri sama Winda yang seorang model. Tapi Zahra bilang kalau dia ngejauhin Winda saat itu karena dia takut kalau bersama Winda akan membuatnya lupa belajar. Zahra tahu kalau dia bukan anak orang kaya lagi sejak orang tuanya meninggal dan hartanya diambil untuk membayar utang perusahaan. Saat itu, dia benar-benar membutuhkan beasiswa karena pamannya bilang kalau dia tak sanggup membiayai kuliahnya.

Winda sedih mendengar cerita Zahra. Dia nggak nyangka kalau Zahra mengalami hidup yang sangat sulit. Zahra bilang kalau dia udah cerita semua, dan dia nggak maksa Winda untuk maafin dia. Tapi, Zahra bilang dia harus membantu Winda balik ke ruangannya sekarang karena cuaca mulai mendung. Ketika kembali diruangannya, Zahra membantu Winda beristirahat. Saat mau pergi, Winda bilang kalau dia ingin mereka bersahabat lagi kayak dulu. Dan kali ini, mereka harus saling jujur satu sama-lain. Karena perpisahan cuma akan menyakiti mereka berdua. Zahra setuju dan dia tersenyum senang menatap sahabatnya.

Khansha berjalan dengan tatapan kosong. Dia lalu duduk dibangku taman dan memikirkan kejadian tadi. Dia merasa kariernya sudah hancur. Saat itu Ashma dateng dan bertanya kalau Winda pasti benci banget sama Winda. Ashma mengajak Khansha untuk ikut rencananya buat bales dendam sama Winda. Khansha bingung dan bertanya ke Ashma bukannya Ashma managernya Winda? Ashma bilang kalau dia juga benci sama Winda. Ashma bilang kalau Khansha kalau untuk menyukseskan rencananya dia harus nyerahin catatan medis Winda ke Diah selaku pihak rumah sakit. Ashma juga meminta Khansha untuk mengganti nomor telepon karena setelah ini pasti banyak yang akan menemuinya. Khansha bingung tapi dia setuju melakukannya.

Besoknya Khansha menemui Diah menyerahkan catatan medis para pasien yang ditanganinya ke Diah sekaligus menyerahkan surat pengunduran diri dari rumah sakit. Diah bilang kalau dia nyesel semua harus seperti ini. Diah menanyakan rencana Khansha selanjutnya. Winda bilang kalau dia akan buka praktek sendiri dirumahnya. Diah senang mendengarnya. Dia bilang praktek Khansha pasti sukses karena Khansha adalah dokter yang baik. Khansha mengucapkan terima kasih lalu pamit pergi.

Diah lalu menelpon Zahra, meminta Zahra menemuinya. Zahra lalu keruangan Diah. Diah menyerahkan catatan medis Winda ke Zahra. Diah bilang kalau sekarang Winda merupakan tanggung jawab Zahra. Diah meminta Zahra untuk memperbaiki hubungannya dengan Winda karena dokter dan pasien harus bekerja sama. Zahra tersenyum. Dia bilang kalau dia sudah melakukannya. Diah bertanya benarkah? Diah tertarik mendengar apa masalah diantara mereka berdua sebenarnya. Zahra bilang kalau itu hanya kesalahpahaman dimasa lalu dan sekarang mereka berdua kembali bersahabat. Diah tersenyum tapi tak bertanya lebih lanjut. Zahra pamit pergi karena dia harus mengecek keadaan Winda. Diah mempersilahkan.

Tak lama Diah mendapat kabar dari telepon kalau korban yang tertabrak Winda baru saja meninggal. Diah kaget dan langsung ketempat korban. Zahra yang sedang mengecek keadaan Winda dikejutkan dengan Diah yang datang. Dengan wajah sedih, Diah mengabarkan kalau korban yang Winda tabrak meninggal dunia. Diah meminta Winda tetap tenang, belum ada bukti-bukti menunjukkan kalau korban meninggal karena kecelakaan itu. Tak lama Diah lalu pamit lagi karena dia harus menemui pihak kepolisian. Saat Diah keluar, Ashma masuk. Dia bilang kalau diluar banyak sekali wartawan yang penasaran tentang kebenaran foto-foto catatan medis Winda di media sosial. Catatan medis tersebut menyebutkan kalau Winda merupakan seorang alcoholic. Wartawan-wartawan itu bertanya apakah kecelakaan itu terjadi karena Winda mabuk bukan karena mengantuk seperti yang diberitakan selama itu. Ashma juga bilang kalau Winda nggak perlu khawatir akan ditetapkan sebagai tersangka selama proses autopsi mayat berlangsung.

Winda mencelos mendengar kata tersangka. Zahra bertanya sama Ashma apakah nggak ada jalan keluar lagi? Ashma bilang kalau nggak mungkin korban meninggal karena hal lain. Mereka tinggal tunggu hasil autopsi yang menyatakan kalau korban meninggal akibat kecelakaan itu. Ashma bilang kalau dia menyesal semua orang berpikir kalau Winda lah yang telah membunuh korban itu. Winda bertanya sama Ashma bukannya Ashma waktu itu bilang kalau kondisi korban membaik? Kenapa bisa seperti ini. Ashma bilang kalau dia mungkin memberi informasi yang salah dengan kondisi korban saat itu. Zahra mulai merasa curiga.

Tiba-tiba Ashma mendapat telepon dari Khansha yang ngajak ketemuan. Ashma setuju lalu pamit sama Zahra dan Winda. Zahra yang curiga berniat mengikuti Ashma. Zahra meminta bantuan sama Diah untuk menemani Winda karena Winda pasti sedang shock berat. Zahra menceritakan kecurigaannya pada Ashma sama Diah. Diah sebenarnya ingin menemani Zahra tapi dia tak bisa meninggalkan rumah sakit, jadi dia pun bersedia untuk menemani Winda.

Zahra terus mengikuti Ashma dan mereka sampai di  taman kota. Selama beberapa saat Ashma seperti sedang menunggu orang. Zahra terkejut ketika yang datang itu Khansha. Dia memutuskan untuk mendengarkan percakapan mereka. Khansha bertanya apa yang udah Ashma lakukan sama si korban? Khansha tahu persis keadaan korban terakhir kali itu baik-baik saja. Bahkan korban diizinkan pulang besok. Ashma meminta Khansha untuk tutup mulut karena mereka sudah sejauh ini.  Khansha bilang dia nggak nyangka kalau semua akan menjadi seperti ini. Dia bilang dia tidak punya keinginan menghancurkan Khansha sejauh ini. Winda bilang kalau dia menyesal karena telah membantu seorang pembunuh. Dan Winda bilang dia akan ke Khansha dan mengatakan semua kebenarannya.

Begitu Khansha berbalik, Ashma bersiap menikam Khansha dengan pisau yang dia sembunyikan. Tapi Zahra langsung keluar dan menyelamatkan Khansha dengan memukul punggung Ashma dengan kayu. Sambil menahan Ashma Zahra menyuruh Winda pergi menyelamatkan diri. Khansha lalu menelpon Winda dan bilang Zahra dalam bahaya. Setelah menelpon Winda, Khansha lalu membantu Zahra menghadapi Ashma. Tak lama Winda datang. Zahra kaget dan bertanya kenapa Winda disini. Ashma memanfaatkan Zahra yang lengah untuk menyandera Zahra. Winda meminta Ashma melepaskan sahabatnya. Ashma tertawa dan bilang gimana mungkin orang sombong kayak Winda punya sahabat. Ashma juga mengingatkan Winda tentang bagaimana sikap Winda memperlakukan orang lain selama ini. Ashma bilang kalau selama bertahun-tahun Winda selalu memperlakukan dia seperti seorang kacung. Winda bilang kalau dia minta maaf.  Winda minta Ashma ngelepasin Zahra. Tapi Ashma nggak mau, dia mau bikin Winda gila dengan melihat sahabatnya mati dihadapannya. Saat itu, tiba-tiba Ashma meringis kesakitan karena terkena tembakan polisi yang dibawa Diah. Merekapun selamat. Diah lalu mengajak semua kembali rumah sakit.

Diah menyuruh Zahra memperbaiki perban Winda yang rusak sementara dia dan Khansha akan memberi keterangan dikepolisian. Mereka setuju. Setelah selesai memperbaiki perban Winda, Zahra bilang kalau dia pusing sama semua masalah yang ada sejak kedatangan Winda. Zahra bertanya kenapa Winda hidup kayak gini? Kenapa Winda berubah saat mereka berpisah? Winda bilang kalau dia kayak gini karena dia hancur Zahra ninggalin dia.

Winda lalu cerita kalau sejak mereka berpisah dia ngelalui banyak hal berat. Saat kelas dua dia terpaksa pindah karena mamanya ingin Winda fokus pelatihan modelnya. Winda bilang kalau model merupakan cita-cita mamanya sejak dulu dan dia ingin anaknya sukses dan terkenal seperti adiknya. Winda bilang kalau bersyukur karena walaupun dia dan Zahra nggak bersama kayak dulu, dia tahu keberadaan Zahra dan bisa melihatnya setiap hari walaupun Zahra nggak sadar akan keberadaannya. Winda bilang kalau mungkin itu satu-satunya hal yang bisa membuat bertahan ketika mamanya meninggal karena kecelakaan saat Winda dapat kontak pertamanya. Winda bilang kalau dia hampir gila saat itu. Dia merasa kalau menjadi model adalah hal-sia-sia ketika mamanya pergi. Dia merasa kesepian karena orang-orang yang dia sayang satu-persatu pergi. Ayahnya memang mencukupi semua kebutuhannya, tapi dia tak pernah menemui Winda karena sibuk dengan keluarga barunya di Jepang. Saat Winda hampir saja mengancurkan karirnya, dia ingat pesan mamanya untuk menjadi model terkenal apapun yang terjadi. Karena tekad itulah, Winda akhirnya mempunyai karier model seperti ini.

Zahra bertanya trus apa yang membuat Winda menjadi alcoholic? Zahra bilang harusnya Winda sadar mamanya pasti sedih kalau tahu kelakuan Winda yang seperti itu.

Winda bilang kalau dia menjadi seperti itu karena Zahra. Karena Zahra menghilang begitu saja dan pindah kuliah ke luar kota. Winda bilang kalau dia selau mengikuti Zahra setiap pulang sekolah selama dua tahun lebih. Winda bilang kalau dia tahu tempat les Zahra atau tempat manapun yang sering dikunjungi Zahra. Winda cukup merasa senang bisa melihat Zahra saat itu, walaupun cuma dari jauh. Tapi dia seperti hilang arah saat Zahra sekali lagi menghilang dari hidupnya. Winda bilang kalau dia benar-benar merasa kesepian saat itu. Dan dia kesak pada semua orang. Winda bilang kalau itulah sebabnya dia minum-minum. Dia ingin melarikan diri karena benar-benar merasa putus asa. Winda bilang kalau alkohol sudah mempengaruhi tempramennya dan membuatnya cepat marah. Winda menyesal karena dia telah memperlakukan orang dengan sangat buruk ketika dia bahkan dalam keadaan tidak mabuk.

Rabu, 14 Januari 2015

Soal Biologi UN 2013/2014 Paket 4


11.  Pengendalian hama yang tidak menimbulkan pencemaran lingkungan adalah
A. menggunakan pestisida          D. menggunakan insektisida
B. menggunakan herbisida          E. menggunakan rotensida
C. menggunakan predator alami

Jawaban : C. menggunakan predator alami

Pembahasan :
Pestisida : bahan yang digunakan untuk mengendalikan, menolak, atau membasmi organisme pengganggu.
Herbisida (penyiang gulma) : senyawa atau material yang disebarkan pada lahan pertanian untuk menekan atau memberantas tumbuhan yang menyebabkan penurunan hasil ( gulma ).
Insektisida : Insektisida adalah bahan-bahan kimia bersifat racun yang dipakai untuk membunuh serangga. Insektisida dapat memengaruhi pertumbuhan, perkembangan, tingkah laku, perkembangbiakan, kesehatan, sistem hormon , sistem pencernaan , serta aktivitas biologis lainnya hingga berujung pada kematian serangga pengganggu tanaman.
Rodentisida : Rodentisida adalah bahan yang mengandung senyawa kimia beracun yang digunakan untuk mematikan berbagai jenis binatang pengerat, misalnya tikus.

12. Perhatikan gambar membran sel di samping!
Berdasarkan gambar tersebut, molekul glikoprotein dan glikolipid secara berurutan ditunjukkan oleh...
a. 1 dan 2
b. 2 dan 3
c. 3 dan 5
d. 4 dan 5
e. 5 dan 3

Jawaban : B. 2 dan 3

Pembahasan :

Glikolipid : molekul molekul lipid yang mengandung karbohidrat, biasanya pula sederhana seperti galaktosa atau glukosa. Akan tetapi istilah istilah glikolipid biasanya dipakai untuk lipid yang mengandung satuan gula tetapi tidak mengandung fosfor. Glikolipid dapat diturunkan dari gliserol atau pingosine dan sering dimakan gliserida atau sebagai spingolipida.
Glikoprotein : suatu protein yang mengandung rantai oligosakarida yang mengikat glikan dengan ikatan kovalen pada rantai polipeptida bagian samping. Struktur ini memainkan beberapa peran penting di antaranya dalam proses proteksi imunologis, pembekuan darah, pengenalan sel-sel, serta interaksi dengan bahan kimia lain.

Selasa, 13 Januari 2015

Kenakalan Remaja SMA Terpopuler

Kenakalan Remaja di Sekolah


Remaja itu penuh kenakalan. Sekolah mana sih yang tidak ada kenakalan. Peraturan sekolah itu bagi sebagian siswa adalah hal untuk dilanggar. Ada banyak kenakalan siswa di sekolah. Namun dibawah ini adalah rangkuman 7 kenakalan siswa siswi terpopuler versi gue.

1. Cabut sekolah.


Cabut atau keluar dari lingkungan sekolah pada jam pembelajaran sudah biasa di lingkungan pelajar. Malahan banyak siswa yang keluar secara terbuka. Banyak cara untuk keluar dari sekolah,yaitu dengan memanjat pagar,lewat pintu belakang,& sebagainya. Sepengetahuan gue hal ini terjadi dikarenakan kebosanan siswa dan juga siswa ingin mencari sensasi di mata guru.

2. Smsan di waktu pelajaran.


Smsan,cara untuk mempermudah mengirim pesan lewat handphone ini juga di gunakan sebagai kenakalan siswa. siswa biasanya mengirim sms kepada sang pacar,sahabat,& temannya. Sudah tidak asing lagi kalau sering anak ketangkap handphonenya ketika jam pelajaran. Hal ini dikarenakan siswa merasa bosan atas penjelasan guru atau juga dikarenakan sih kangen sama pacar.

3. Berpakaian & berpenampilan yang tidak sesuai aturan sekolah.


Remaja itu gengsi dong berpenampilan cupu. Kadang kala kita boleh berpenampilan keren,tapi jangan melanggar aturan yang ada. Banyak siswa ingin memakai sepatu yang keren,cowok pakai gelang & kalung  tindik anting,& lainnya yang melanggar aturan. Ini karena siswa ingin tampak menawan di depan lawan jenis & kawannya.

4. Pacaran di sekolah.


Remaja wajar dong suka sama lawan jenis,kalau tidak itu harus hati-hati. Wajar remaja pacaran. Memang orang pacaran bawaannya mau berdua aja,tapi nanti bisa da syetannya. Tapi kenapa harus pacaran di sekolah.? Bukannya ada tempat lain yang lebih romantic.? Yang lebih bermodal gitu. Pacaran yang baik sih sebenernya cukup tahap pengenalan saja.

5. Nyontek 


Dari tahun ke tahun,hal ini selalu membudaya. Bukan ha lasing lagi hal ini di kalangan sekolah. Soalnya sistem sekolah itu sekarang bukan menuntuk anak pandai,namun menuntut anak bernilai tinggi. Kalau boleh jujur,gue sendiri juga ngejalani sih. Ya kalau nilai jelek kan nantinya bikin malu sekolah & orang tua. Saran gue sih sebenernya sekolah itu menuntuk anak untuk pandai,bukan bernilai tinggi.

6. Berantem / perkelahian


Gak terima.?adu otot jadinya. Itu budaya anak zaman sekarang. Berantem itu terkadang Karena hal spele,seperti ejek-ejekan sampai karena masalah ngerebut wanita sang pujaan. Awalnya sih keren kalau duel 1 lawan 1,itu baru jantan. Tapi sekarang yang tidak terima kekalahan,ujung ujungnya manggil kawan dan jadilah tawuran. Kadang juga sih ini sebagai ajak agar di segani,kadang pula supaya ngelepas nafsu untuk nyakitin orang aja.

7. Bullying


Siapa yang kuat jadi penguasa,siapa yang lemah akan tertindas. Ini yang terjadi diantara siswa siswi di seluruh dunia. Mau cewek mau cowok itu sama saja. Bullying ini biasa dilakukan oleh golongan yang merasa kuat. Mereka memanfaatkan kekuasaan & kekuatan sebagai tameng untuk melakukan bullying. Banyak hal sih sebenarnya yang menyebabkan bullying ini.
Itulah 7 kenakalan siswa siswi disekolah yang popular bagi gue.

Minggu, 11 Januari 2015

Senjata Angkatan Laut Amerika Serikat dan Rusia

Amerika Serikat

Nama : Laws
Uji coba : Dari atas kapal amfibi transportasi dermaga USS Ponce di Teluk Arab pada September sampai November.
Kemampuan : akurat menghancurkan target yang sudah ditetapkan dengan singkat.
Keunggulan : Senjata laser ini dapat digunakan di antaranya menghentikan ancaman mulai dari peluru kendali. Dan dapat dipakai untuk helikopter dan kapal patroli kecil. Serta lebih aman dibandingkan senjata konvensional yang seringkali mengalami masalah, selain juga lebih hemat biaya.

Nama : MK-48 atau Mark 48
Kemampuan : untuk menenggelamkan kapal selam yang berkecepatan tinggi dan yang mampu menyelam sangat dalam. MK-48 juga dirancang untuk menenggelamkan kapal permukaan yang memiliki pertahanan canggih.
Keberadaan : MK-48 dirancang untuk diluncurkan dari tabung kapal selam. MK-48 dibawa oleh semua kapal selam AS termasuk kapal selam pembawa rudal balistik kelas Ohio, Seawolf , Los Angeles dan Virginia. MK-48 digunakan sejak 1972 menggantikan MK-37 dan MK-14 .
Produksi : MK-48 versi ADCAP ( Advanced Capability ) digunakan sejak 1988 dan disetujui untuk diproduksi sejak 1989 .
Cara kerja : MK-48 dan MK-48 ADCAP dikendalikan menggunakan kabel . Torpedo ini juga dapat menggunakan sonar aktif atau pasifnya sendiri, serta dapat memutar kembali jika tidak mengenai sasaran.
Uji Coba : USS Norfolk (SSN-714) menembakkan MK-48 ADCAP pertama kali pada 23 Juli 1988, menenggelamkan kapal penghancur kelas Forrest Sherman USS Jonas Ingram (DD-938) .

Nama : Virginia (Virginia-class atau V-Class)
Keunikan : Kapal selam ini menerapkan teknologi sonar sebagai pengganti periskop.
Kemampuan : Dengan teknologi sonarnya, V-Class bisa memindai dan memetakan dasar laut, daratan dan obyek dalam radius puluhan kilometer. V-Class akan membawa 150 rudal Tomahawk dan rudal balistik yang menjangkau sasaran di daratan.
Keunggulan : Hidungnya yang berbentuk kubah dan membuatnya mampu memecah gelombang sonar kapal musuh sehingga keberadaannya sulit dideteksi maka dari itu V-Class dijuluki “kapal siluman”.
Fasilitas : V-Class dilengkapi kapal selam mini (mini submarine) serta ruang kedap udara untuk keluar masuk awak kapal.

Nama : Kapal induk USS Blue Ridge
Fungsi : sebagai kapal Pusat Komunikasi dan Komando Angkatan Laut yang mengkoordinir wilayah seluas 52 juta meter persegi dikawasan pacifik.
Fasilitas : dilengkapi berbagai piranti canggih dan fasilitas lengkap bak kota terapung. Dengan fasilitas sehari-hari seperti resto, rumah sakit, bank, kantor pos, bahkan barber shop. Dilengkapi juga dengan satelit dan peralatan telekomunikasi tercanggih di Angkatan Laut Amerika Serikat.
Jenis :  kapal jenis ampibi
Spesifikasi : Panjang 620 feet lebar 180 feet dan kecepatan melebihi 20 knot dan telah berusia 37 tahun.
Daya tampung : 1000 orang pelaut dan 300 orang staf.  dengan kelengkapan satelit
Kelemahan : kapal ini untuk pengaturan komando dan komunikasi, persenjataan yang dibawa kapal ini sangat minim. Hanya terdapat sebuah mariam berkaliber 25 militer serta helikopeter Sea Hawk SH 60 F untuk keperluan angkutan VIV logistik.

Rusia

Nama : Kilo Class (Project 877), kapal selam militer bertenaga diesel buatan Rusia .
Berfungsi : sebagai anti kapal permukaan dan anti kapal selam dan beroperasi di perairan dangkal. Kapal selam
kelas Kilo mampu beroperasi dengan tenang.
Keunikan : Project 877 dikenal sebagai salah satu kapal selam yang menghasilkan suara terlemah di dunia.
Tahun operasi : Kapal selam pertama kelas Kilo untuk Angkatan Laut Uni Soviet beroperasi pada tahun 1982.
Jumlah saat ini : 14 buah kapal selam kelas ini termasuk 7 cadangan. 21 buah diekspor ke beberapa negara.
Spesifikasi Lengkap :
Bobot :
2.300-2.350 ton ketika mengapung.
3.000-4.000 ton ketika menyelam.
Dimensi :
Panjang : 70-74 meter.
Beam: 9.9 meter.
Draft: 6.2-6.5 meter.
Kecepatan maksimum :
10-12 knot ketika mengapung.
17-25 knot ketika menyelam.
Sistem propulsi : Diesel elektrik.
Kedalaman maksimum : 300 meter (operasional : 240-250 meter).
Ketahanan :
400 mil ketika menyelam dengan kecepatan 3 knot.
6.000 mil ketika mengapung dengan kecepatan 7 knot
(7.500 mil pada kelas Improved Kilo).
45 hari di laut.
Persenjataan:
Pertahanan udara : 8 roket permukaan ke udara SA- N-8 Gremlin atau SA-N-10 Gimlet.
Torpedo : 18 torpedo atau 24 ranjau, enam buah
tabung torpedo 533mm.

Nama : Kapal perang Moskva
Fungsi : sebagai kapal bendera atau FlagShip yang karena kemampuannya dipercaya sebagai kapal komando suatu Armada Angkatan Laut, begitu pula dengan Armada Laut Hitam Angkatan Laut Rusia.
Kelengkapan : Terdapat rudal P-500 Bazalt yang diletakkan di sisi kanan dan kiri kapal.
Kemampuan : Kapal yang mampu membawa helikopter ASW K-27 ini juga mempunyai kemampuan menembakkan rudal secara VLS tipe S300F.
Lokasi : Terdapat di laut Mediterania timur dan sekitar Laut Hitam.

Nama : Yakhont
Jenis : Rudal
Pabrikan : Beriev
Jangkauan Tembak : 300 Km pada manuver jelajah tinggi
120 Km pada menuver jelajah rendah
Kecepatan : 2 – 2,5 Mach
Ketinggian Terbang : 5 – 15 meter (fase terakhir sebelum
mengenai target)
Berat Bahan Peledak : 300 Kg
Pengarah Navigasi : aktif pasif radar seeker head
Jangkauan Tembak Minimum : 50 Km
Media Peluncuran : dari bawah air, kapal permukaan dan dari
daratan
Berat : Rudal 3,000 Kg
Rudal plus kontainer 3,900 Kg

Nama : Admiral Flota Sovetskogo Soyuza Kuznetsov. Kapal induk yang dikenal sebagai Project 1143.5 atau Kapal induk Tbilisi.
Tahun Produksi : Kapal induk ini diluncurkan pada tahun
1985 dan mulai beroperasi secara penuh tahun 1995.
kapal induk Admiral
Spesifikasi : Kuznetsov yang memiliki bobot 67.500 ton mampu melaju hingga kecepatan 32 knots dan mampu membawa pesawat tempur seperti Sukhoi Su-33, Yak-141 serta 24 helikopter Kamov.
Fasilitas : kapal induk ini dilengkapi dengan rudal antikapal permukaan Granit (SS-N-19), rudal permukaan ke udara Klinok, dan rudal permukaan ke udara Kashtan. Selain itu juga dilengkapi dengan roket antikapal selam UDAV-1.