Translate

Tampilkan postingan dengan label Note SMA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Note SMA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Februari 2015

Review Film The Hobbit Part 2 : The Desolation of Smaug

Film The Hobbit 2 : The Desolation of Smaug merupakan lanjutan dari film pertama yang berjudul The Hobbit : Unexpected Journey. Ini adalah seri kedua dari trilogi novel The Hobbit yang diangkat ke layar lebar oleh sutradara terkenal bernama Peter Jackson. Sebelumnya, Jackson juga menjadi sutradara film trilogi The Lord of The Ring, sebuah novel yang juga ditulis oleh penulis cerita fiksi J. R. R Tolkien. Film ini di bintangi oleh Martin Freeman (Bilbo Baggins), Ian McKellen (Gandalf The Grey), Richard Armitage (Thorin Oakenshield), Beorn (Mikael Persbrandt), Luke Evans (Bard), Lee Pace (Thranduil) dan Orlando Bloom (Legolas).

Cerita diawali dengan pertemuan Thorin (Richard Armitage) dengan Gandalf (Ian McKellen) di sebuah kedai yang membahas rencana perebutan kembali Erabor dari kekuasaan Smaug, naga jahat yang sangat menyukai kilauan emas. Setahun kemudian, rencana itu terlaksana. Rombongan berjumlah empat belas orang, yang terdiri dari dua belas orang kurcaci, satu orang hobbit dan seorang penyihir, melakukan perjalanan penuh kejutan dari desa shire yang tenang menuju Lonely Mountain.

Mereka menemukan banyak hal diperjalanan. Bilbo Baggins (Martin Freeman), si hobbit sangat kagum bertemu dengan makhluk-makhluk yang selama ini hanya menjadi dongeng di bangsanya. Seperti bangsa peri, Orc, Warg dan bangsa manusia. Ancaman dan bahaya juga selalu bersama mereka. Bangsa Warg, contohnya, tak pernah berhenti mengejar meraka karena pemimpinya Azog ingin membunuh Thorin karena dendam di masa lalu. Begitu pula dengan bangsa Orc, mereka marah karena Gandalf telah membunuh rajanya saat mereka terjebak di Gunung. Petualangan di gunung benar-benar suatu anugrah bagi Bilbo kerena disana dia mendapatkan sebuah cincin ajaib dari makhluk kecil jahat bernama Gollum. Cincin itu bisa membuat yang memakainya menjadi tidak terlihat.

Akan tetapi, disaat-saat ancaman maut mengancam nyawa mereka, mereka selalu mendapat bantuan disaat yang tepat. Contohnya, saat bangsa Warg menyerang mereka, mereka justru kabur ke arah pemukiman bangsa Elves dan mendapat pertolongan cara membuka pintu yang tersembunyi di Erabor. Ataupun saat mereka lari dari kejaran Orc, mereka beruntung karena melarikan diri ke arah rumah Beorn, seorang manusia yang dapat berubah menjadi beruang, dan mendapat perlindungan serta bantuan perbekalan. Mereka juga di beritahu oleh Beorn cara melewati hutan Mirkwood dengan aman walaupun pada akhirnya mereka tersesat juga. Saat tersesat, hampir saja mereka menjadi santapan laba-laba raksasa kalau saja pasukan Elves yang dipimpin Legolas (Orlando Bloom) dan Tauriel tidak menyelamatkan mereka. Mereka menjadi tawanan Elves selama beberapa saat lalu dengan kecerdikan Bilbo mereka bisa melanjutkan perjalanan menuju Lonely Mountain.

Film ini menyajikan cerita yang menggambarkan kebersamaan setiap tokoh agar tujuan yang diinginkan tercapai. Diawal cerita, film ini menunjukkan ketidakharmonisan hubungan antara Bilbo dan kurcaci lainnya saat Bilbo ingin pulang kerumahnya secara diam-diam. Thorin merendahkan kemampuan Bilbo dan terus menanyakan alasan Gandalf mengikutsertakan Bilbo dalam rombongan karena Bilbo lemah dan tak bisa membela diri. Tapi lambat laun hubungan mereka membaik. Thorin akhirnya mengerti kalau dibalik tubuh kecil Bilbo, Bilbo adalah hobbit yang sangat cerdik dan berhati tulus. Selama perjalanan, mereka saling menunjukkan kepedulian dengan saling menyelamatkan jika yang lain dalam bahaya.

Di banding novel aslinya, film ini mengalami pengembangan cerita di beberapa bagian. Misalnya seperti konflik antara Azog dan Thorin, cerita cinta antara Kili dan Tauriel serta awal mula kemunculan Nacromancer yang merupakan roh jahat dari Sauron, sang penguasa kegelapan di masa depan. Dengan pengembangan cerita tersebut, film ini  menyajikan cerita dari novel aslinya secara lengkap dan utuh, sehingga film ini mempunyai durasi yang sangat panjang. Akan tetapi, sayangnya, walaupun dibalut dengan nuansa komedi, saya sebagai penonton tetap merasa sedikit bosan. Menurut saya, sebaiknya ada beberapa bagian yang dipotong karena tidak terlalu berpengaruh pada cerita secara garis besar.

Secara keseluruhan, film ini menyajikan teknologi grafis dengan efek yang sangat menakjubkan. Latar film ini benar-benar di buat secara detail seperi zaman abad pertengahan. Tokoh-tokohnya dirias dengan sangat rinci mulai dari tatanan rambut, bentuk telinga, warna kulit sampai kepangan jenggot. Selain itu, film ini memiliki latar yang sangat indah. Penonton bisa melihat megahnya Rumah Ramah Terakhir milik bangsa Elves dan bersihnya aliran sungai menuju Kota Danau bangsa manusia. Dengan backsound yang tepat, film ini membawa saya sebagai penonton merasa masuk berada disana dan merasakan semua ketegangan yang ada.

Selasa, 13 Januari 2015

Kenakalan Remaja SMA Terpopuler

Kenakalan Remaja di Sekolah


Remaja itu penuh kenakalan. Sekolah mana sih yang tidak ada kenakalan. Peraturan sekolah itu bagi sebagian siswa adalah hal untuk dilanggar. Ada banyak kenakalan siswa di sekolah. Namun dibawah ini adalah rangkuman 7 kenakalan siswa siswi terpopuler versi gue.

1. Cabut sekolah.


Cabut atau keluar dari lingkungan sekolah pada jam pembelajaran sudah biasa di lingkungan pelajar. Malahan banyak siswa yang keluar secara terbuka. Banyak cara untuk keluar dari sekolah,yaitu dengan memanjat pagar,lewat pintu belakang,& sebagainya. Sepengetahuan gue hal ini terjadi dikarenakan kebosanan siswa dan juga siswa ingin mencari sensasi di mata guru.

2. Smsan di waktu pelajaran.


Smsan,cara untuk mempermudah mengirim pesan lewat handphone ini juga di gunakan sebagai kenakalan siswa. siswa biasanya mengirim sms kepada sang pacar,sahabat,& temannya. Sudah tidak asing lagi kalau sering anak ketangkap handphonenya ketika jam pelajaran. Hal ini dikarenakan siswa merasa bosan atas penjelasan guru atau juga dikarenakan sih kangen sama pacar.

3. Berpakaian & berpenampilan yang tidak sesuai aturan sekolah.


Remaja itu gengsi dong berpenampilan cupu. Kadang kala kita boleh berpenampilan keren,tapi jangan melanggar aturan yang ada. Banyak siswa ingin memakai sepatu yang keren,cowok pakai gelang & kalung  tindik anting,& lainnya yang melanggar aturan. Ini karena siswa ingin tampak menawan di depan lawan jenis & kawannya.

4. Pacaran di sekolah.


Remaja wajar dong suka sama lawan jenis,kalau tidak itu harus hati-hati. Wajar remaja pacaran. Memang orang pacaran bawaannya mau berdua aja,tapi nanti bisa da syetannya. Tapi kenapa harus pacaran di sekolah.? Bukannya ada tempat lain yang lebih romantic.? Yang lebih bermodal gitu. Pacaran yang baik sih sebenernya cukup tahap pengenalan saja.

5. Nyontek 


Dari tahun ke tahun,hal ini selalu membudaya. Bukan ha lasing lagi hal ini di kalangan sekolah. Soalnya sistem sekolah itu sekarang bukan menuntuk anak pandai,namun menuntut anak bernilai tinggi. Kalau boleh jujur,gue sendiri juga ngejalani sih. Ya kalau nilai jelek kan nantinya bikin malu sekolah & orang tua. Saran gue sih sebenernya sekolah itu menuntuk anak untuk pandai,bukan bernilai tinggi.

6. Berantem / perkelahian


Gak terima.?adu otot jadinya. Itu budaya anak zaman sekarang. Berantem itu terkadang Karena hal spele,seperti ejek-ejekan sampai karena masalah ngerebut wanita sang pujaan. Awalnya sih keren kalau duel 1 lawan 1,itu baru jantan. Tapi sekarang yang tidak terima kekalahan,ujung ujungnya manggil kawan dan jadilah tawuran. Kadang juga sih ini sebagai ajak agar di segani,kadang pula supaya ngelepas nafsu untuk nyakitin orang aja.

7. Bullying


Siapa yang kuat jadi penguasa,siapa yang lemah akan tertindas. Ini yang terjadi diantara siswa siswi di seluruh dunia. Mau cewek mau cowok itu sama saja. Bullying ini biasa dilakukan oleh golongan yang merasa kuat. Mereka memanfaatkan kekuasaan & kekuatan sebagai tameng untuk melakukan bullying. Banyak hal sih sebenarnya yang menyebabkan bullying ini.
Itulah 7 kenakalan siswa siswi disekolah yang popular bagi gue.

Rabu, 17 Desember 2014

Engkau Pergi (Music 2am : Like A Fool Ost Personal Taste)

Engkau pergi dan tak kembali
Engkau pergi, kau tinggalkan ku disini
Engkau pergi, sulitkah untuk bertahan
Kita, teruslah bersama
Haruskah ku berlutut memohonnya..

Ingatkah saat dahulu
Kau datang genggam tanganku
Kau bawa dunia yang bahagia
Kita selamanya dan aku percaya

Engkau pergi dan tak kembali
Engkau pergi, kau tinggalkan ku disini
Engkau pergi, sulitkah untuk bertahan
Kita, teruslah bersama
Haruskah ku berlutut memohonnya..

Renungkan saat bahagia
Yang kita lalui berdua
Kau tahu, ini menyakitkan
Percaya hatimu aku butuh kamu

Engkau pergi dan tak kembali
Engkau pergi, kau tinggalkan ku disini
Engkau pergi, sulitkah untuk bertahan
Kita, teruslah bersama

Aku mohon, lupakan semua
Aku mohon, jangan dengarkan mereka

Kembalilah, ku bisa terima semua
Tolong, kumohon kembali

Akankah kau mendengar dan mengerti..

Pendapat Tentang Chaban

Pendapat Tentang Chaban :

Chaban adalah orang yang akan membuatmu berpikir untuk terus menyukainya. Kau hanya perlu diam beberapa saat, dan dia akan mendengarmu dan melontarkan candaan sarkatis menggelikan. Dia juga orang yang sangat optimis. Dia sering menyatakan keyakinannya kalau mimpinya akan terwujud kelak. Orang yang mendengarnya akan bingung untuk mendoakannya terkabul atau tidak. Bagi sebagian orang, mimpinya cukup aneh untuk anak salehah sepertinya.

Chaban bersikap sangat terbuka tentang keluarganya. Dia berbicara semuanya dengan jujur dan membuat siapapun akan tersenyum waktu dia bercerita hubungannya dengan abi dan adiknya. Disamping itu, Chaban adalah orang yang cukup jeli menghitung semuanya. Terlebih urusan ongkos dan uang amal. Jangan pernah bertanya kapan terakhir kali dia amal di sekolah. Dia akan bingung menjawabnya.

Chaban cukup cuek dan tidak peduli dengan tanggapan orang lain padanya. Tapi dia cukup disiplin dan mengerjakan semua tugas tepat waktu. Selain itu, Chaban cukup baik di sekolah walaupun dia sering melupakan beberapa hal kecil yang penting. Teman-teman di kelas sangat menyukainya. Mereka tak pernah lupa untuk mengajaknya ke toilet atau ke kantin bersama.

Dibanding teman-teman lain dikelas, Chaban termasuk sangat berhati-hati dalam berbicara. Dia tak pernah berkata kasar apalagi merendahkan orang lain. Memang terkadang Chaban melontarkan komentar sarkatis yang cenderung sinis. Tapi, dia lalu tertawa setelah mengatakannya. Selama ini, tak ada yang membencinya karena hal itu.

Intinya, Chaban adalah remaja pada umumnya. Dia mengenal Tuhannya dengan baik dan mengetahui cara untuk bahagia. Sesederhana apapun hal yang dia lakukan.


Senin, 10 November 2014

Dewasa dan Sederhana

Selama seminggu terakhir, pelajaran Bahasa Indonesia udah berubah jadi ajang curhat jomblo-jomblo galau dan pasangan LDR yang nyaris membagi hati. Semua berawal dari perintah Pak Baper (orangnya suka ngambek), guru Bahasa Indonesia gue yang nyuruh anak-anak sekelas buat menuliskan cerpen berdasarkan pengalaman pribadi atau orang lain. Temen-temen gue rupanya udah pada kepedean kalau ceritanya cuma bakal di baca sama guru yang bersangkutan. Mereka tulis deh, curhat-curhatan galau bin ngenes. Cerita relatif bervariasi, ada yang naksir sama pacar temen, ada yang nolak ajakan pacaran (yang ini sok), dan ada yang curhat pacarnya diambil orang.

Dari sekian banyak, kisah hidup yang ngenes, sedih dan mengharukan temen-temen gue. Yang paling lucu dan gue inget itu punya si makhluk gendut berkumis yang hobi banget ngomongin Akmil. Untuk lebih mudah, panggil saja si Beni. Waktu itu, si Beni membacakan cerpen berjudul Kado Yang Pahit karya sendiri di depan kelas. Dia menceritakan pengalaman dia tahun lalu waktu ulang tahun yang tidak ikut dirayain sama gebetannya si wanita. Saking menghayatinya, dia sampe terbawa suasana waktu menyebutkan alasan dia menyukai cewek itu. Katanya, cewek itu 'dewasa dan sederhana'. Jiah, temen-temen gue ngakak sekelas. Sumpah, ini lebay. Ini udah terlalu melankolis buat ukuran cowok.

Tapi nggak apa-apa. Semakin banyak karakter orang yang gue kenal, semakin kaya juga pemahaman gue ngadepin tipe-tipe orang. Semakin lama gue sadar sih, kalo orang itu emang hanya mau bergaul sama orang-orang yang minimal sederajat sama dia. Semakin tinggi derajatnya, semakin bagus. Ini gue amatin lho ya langsung di kelas. Anak-anak borju yang mainnya produk Apple, ya lingkaran pergaulannya sama orang yang sejenis dia. Atau minimal yang tiap minggu ke salon atau umrah tiap tahun.

Gue perhatiin, anak-anak model gitu dari omongannya juga udah beda. Tapi nggak jauh-jauh juga sih dari ticket nonton konser boyband sama liburan ke luar kota. Dan oh ya jangan lupa, kalo bekel janjian bawa nasi merah plus lauk dan sayur empat sehat lima sempurna. Harus minum susu dan check up ke dokter kalo patah kuku. Maka jangan heran, kalo anak-anak 'kebanyakan gizi' kayak gitu justru punya body ukuran paus mini pemangsa manusia.

Senin, 03 November 2014

Pasukan Semut Hitam

Di pagi hari ini, aku terbangun subuh-subuh akibat gatal di sepanjang tangan dan kaki. Alergiku kambuh akibat aku nekat makan tumis kerang diam-diam punya adikku. Ceritanya, ketika aku pulang sekolah, perutku sudah sangat lapar. Sayangnya, hanya ada tumis kerang di lemari makan. Saking lelah dan lapar, aku tak peduli dan memakannya habis. Dan hasilnya, badanku berubah memerah keesokkan harinya.

Aku mencari obat alergi yang lama. Mencoba mengurangi rasa gatal yang melanda hebat. Setelah mencari selama sejam dengan diwarnai sedikit omelan ibu, q obat itu bisa ditemukan.

Tapi, efek obat itu tidak berlangsung secepat kilat. Selama dua jam lebih aku menggaruk-garuk seluruh bagian tubuhku sambil dikipasi. Perlahan obat itu mulai bereaksi dan alergi ku sedikit berkurang.

"Udah mendingan bu, nggak terlalu gatel kayak tadi." kataku lega pada ibu. Ibuku me'lfysjl, sem-mesem, antara kasihan sekaligus kesel, " Makanya lain kali jangan asal makan aja. Udah tahu alergi kerang, tetep aja bandel." Aku tersenyum kecut. "Iya, iya nggak makan kerang lagi deh."

"Dan udah berapa kali sih ibu bilang, kalo abis pakai barang taruh lagi ketempatnya. Jangan giliran pas butuh, baru kelabakan nyari-nyari!" kata Ibu panjang lebar. " Kamu nggak sekolah kan? Udah bantuin ibu jaga warung sana. Ibu mau masak dulu. Nanti siang kan ibu mau ke sekolah ngambil raport kamu."

"Iya, iya. Nanti aku ke warung." kataku malas. " Tapi nanti beliin makanan ya kalo ke sekolah?!" kataku semangat.

" Iya nanti tunggu ada pasukan semut hitam." jawab Ibuku asal. " Ibu mah." kataku sambil cemberut.

***

Ibu berangkat ke sekolah sekitar pukul  13.00 siang. Adikku, Kayla, tidak ikut tapi berpesan pada ibu untuk membelikkanya sesuatu. Aku menjaga warung sambil bermain gadget dan mendengarkan musik. Lama-kelamaan, aku diserang kebosanan. Sambil iseng, aku mengamati keadaan sekitar. Aku terpaku sejenak melihat hal menarik yang ku temukan ditembok.

Ada ratusan pasukan semut hitam yang berjalan beriringan di tembok, memanjang tanpa putus. Aku mengamatinya dengan seksama.

Kayla yang bingung melihatku, mendekati dan bertanya padaku apa yang terjadi.

"Kakak ngapain?" tanya Adikku bingung. " Liat apasih? Serius banget."

"Tuh!" aku menunjuk ke arah dinding tembok. "Kamu lihat kan? Ada pasukan semut hitam. Tandanya, kakak bakal dapat uang." jawabku senang.

" Masak sih? Emang bener apa?" kata Adikku tidak percaya. "Apa hubunganya semut hitam sama dapat uang?"

" Ya sudah kalau kamu tidak percaya. Tapi kakak pernah denger mitos itu." kataku cuek. Aku berlalu begitu saja meninggalkan Adikku yang masih bingung.

***

Tak terasa aku sudah menjaga warung selama kurang lebih empat jam. Entah sudah berapa artikel online yang kubaca di gadget. Dan tiba-tiba Om Bambang datang ke warungku.

" Diah nggak sekolah? " tanyanya.

" Nggak om, lagi sakit." jawabku singkat.

"Sakit apaan? " tanya dia bingung.

" Itu, alergi kambuh. Salah makan." jawabku menjelaskan.

" Oh, ya sudah. Ini buat kamu." katanya sambil memberikan uang Rp. 100.000,-. " Buat jajan di sekolah." tambahnya.

Aku tersenyum girang. " Oh iya Om, makasih."

Aku memamerkan uang pemberian Om Bambang ke Adikku.

"Bener kan kata kakak tentang pasukan semut hitam. Kakak dapat uang sekarang." kataku bangga. "Kamu jangan minta ya, inget!"

Aku tersenyum kecut. "Yah kakak, traktir makanan deh minimal. Pelit amat!"

Aku berpikir. "Baiklah, jangan macem-macem tapi!" kataku memperingatkan.

"Sip! " kata Adikku girang.

***

Kamis, 23 Oktober 2014

Kritik Karya Sastra The Hobbit

John Ronald Reuel Tolkien (lahir di Afrika Selatan, 3 Januari 1892 – meninggal di Oxford, Inggris, 2 September 1973 pada umur 81 tahun) adalah penulis novel asal Britania Raya yang menulis The Hobbit (1937) dan lanjutannya The Lord of the Rings (1954—1955).  Waktu kecil Tolkien senang menjelajah ke tempat-tempat seperti tanah pertanian bibinya di Bag End, nama yang kelak digunakannya dalam fiksinya sebagai tempat tinggal Bilbo Baggins. Waktu remaja, Tolkien mulai menciptakan bahasa-bahasa tersendiri, dan tertarik dengan dongeng dan cerita-cerita tentang pahlawan. Dalam menulis, Tolkien sangat dipengaruhi oleh literatur Anglo-Saxon, mitologi Jermanik, Nors, cerita rakyat Finlandia, Alkitab, dan mitologi Yunani.

Salah satu novel karya J. R. R. Tolkien berjudul The Hobbit yang berkisah tentang Bilbo Baggins, seorang hobbit dari desa Shire. Hobbit adalah makhluk sejenis orang kerdil. Tinggi badannya separuh tinggi badan manusia biasa. Mereka tinggal di liang bawah tanah berbentuk bulat yang sangat bersih, nyaman dan penuh makanan. Mereka hidup berkelompok dan bercocok tanam. Hobbit digambarkan sebagai individu serba teratur dan membenci petualangan. Mereka menyukai kegiatan-kegiatan yang rutin, seperti minum teh di pagi hari, pesta tahunan dan tukar kado antar sesama. Kelebihan mereka yang paling menonjol adalah kemampuan memasak dan berjalan tanpa suara.

Di desa Shire, Bilbo Baggins adalah termasuk salah satu hobbit terkemuka. Selain karena statusnya sebagai salah satu hobbit yang mapan dan suka mengadakan pesta tukar kado, Bilbo dihormati karena keramahannya dan keluarga Baggins (keluarga dari ayahnya) yang sejak dulu tak pernah terlibat petualangan apapun.

Pada suatu hari, Gandalf Sang Penyihir mendatangi Bilbo yang sedang asyik membuat bentuk asap-asap unik dari cerutunya di depan liang tempat tinggalnya. Gandalf menawarkan Bilbo agar ikut serta petualangan yang akan dia jalani. Gandalf menceritakan kalau petualangan yang akan dia jalani sangat menantang karena akan membawa mereka bertemu bangsa Peri, bangsa Kurcaci, bahkan naga yang selama ini hanya Bilbo dengar berdasarkan dongeng kakeknya.

Bilbo yang sama sekali tidak tertarik, meninggalkan Gandalf begitu saja. Malam harinya, datang dua belas kurcaci gunung yang tidak dikenalnya ke liang bawah tanah rumahnya. Keduabelas kurcaci tersebut dipimpin Thorin Oakenshield, yang merupakan putra mahkota Kerajaan Durin. Bilbo yang sangat memegang teguh prinsip kesopanan, terpaksa menjamu mereka semua walaupun persediaan gudang makanannya menipis. Tak lama Gandalf pun datang. Akhirnya Bilbo tahu kalau kedatangan mereka semua adalah karena ulahnya.

Keduabelas kurcaci bercerita pada Bilbo kalau mereka ingin merebut kembali kerajaan mereka yang selama ini dikuasai Smaug, naga yang sangat suka tidur diatas tumpukan perhiasan. Menurut ramalan, mereka bisa mengembalikan lagi kerajaan Durin jika mereka tiba di Kerajaan Durin yang berada di bawah gunung. Mereka membutuhkan tambahan satu orang lagi agar jumlah mereka tidak tiga belas (karena tiga belas mereka anggap angka sial). Selain itu, mereka membutuhkan seorang yang kecil, bisa bergerak tanpa suara, dan mempunyai aroma yang berbeda dengan kurcaci agar bisa mengelabui Smaug untuk menggambil batu akik yang sangat istimewa.

Bilbo akhirnya setuju untuk ikut serta. Bukan karena pembagian harta yang di tawarkan, tapi karena dia sangat ingin bertemu peri dan belajar ilmu pengobatan. Sepanjang pejalanan Bilbo bertemu dengan makhluk-makhluk dari dongeng kakeknya. Bilbo merasakan sendiri bagaimana menderitanya hidup di kerajaan peri di Rivendell karena hanya dijamu dengan rumput-rumputan. Dia juga merasakan leganya lolos dari kawanan Troll, Orc, goblin dan laba-laba raksaksa yang sangat ingin membunuhnya. Bilbo juga bertemu dengan Raja Elang dan Beorn yang baik hati menjamu dia dan para kurcaci di kediamannya masing-masing.

Yang paling berkesan tentu adalah ketika Bilbo bertemu Gollum, makhluk terkutuk yang telah menjadi budak sebuah cincin jahat. Cincin tersebut adalah cincin istimewa karena merupakan Cincin Utama buatan Sauron, Sang Penguasa Kegelapan. Cincin itu mampu membuat seseorang menjadi kasat mata. Dengan memperdayai Gollum dengan teka-teki yang sangat sulit, Bilbo berhasil mendapatkan cincin itu darinya. Selama perjalanan, cincin itu sangat membantu Bilbo lolos dari jebakan-jebakan. Bahkan menyelamatkan para kurcaci temannya dari penjara tahanan Peri Hutan.

Ending novel ini adalah kematian Smaug oleh Bard si Manusia Pemanah. Dengan keadaannya yang miskin, Bard merasa berhak mendapatkan harta Kerajaan Durin karena jasanya yang telah membunuh Smaug dan keadaan Kota Danau yang rusak parak akibat serangan Smaug. Bard membawa warga Kota Danau untuk menemui Thorin dan mengancam akan menyerangnya jika bagiannya tidak diberikan. Bagian itu rencananya akan digunakan untuk perbaikan kota dan memberi santunan untuk keluarga korban yang meninggal akibat semburan api Smaug.

Sementara itu ancaman juga datang dari Orc dan goblin yang ingin membalas dendam kematian ketua mereka di tangan Thorin. Para peri hutan yang mengganggap Thorin dan kurcaci lainnya sebagai tawanannya juga meminta batu akik istimewa, The Arkenstone, sebagai tebusan untuk kebebasan dan tanda persahabatan. Thorin yang hatinya telah dibutakan harta, menolak semua permintaan tersebut dan menantang mereka semua untuk menyerangnya secara serentak. Bilbo yang tahu kekuatan para kurcaci yang tidak seimbang di banding pasukan kawan diam-diam melakukan perundingan rahasia. Bilbo sepakat memberikan seluruh harta bagiannya untuk Bard dan warga Kota Danau. Bilbo juga diam-diam memberikan batu akik istimewa lambang Kerajaan Durin untuk pasukan Peri Hutan.

Biar begitu, perang tetap tak terelakan. Thorin marah besar pada Bilbo karena tindakanya yang dianggap lancang dan mengusirnya dari Kerajaan. Thorin juga mengultimatum agar Peri Hutan mengembalikan kembali batu akik kebanggaan leluhurnya.  Peri Hutan menolak. Thorin yang kesal akhirnya memilih perang. Karena ingin membunuh Thorin, Orc dan goblin memilih membantu Peri Hutan. Di akhir cerita pasukan Thorin berhasil memenangkan pertempuran karena sebelumnya dia sudah meminta bantuan dari sepupunya Dain. Walau begitu, kematian Thorin, Fili dan Kili tak dapat terelakkan.

Di novel ini, penulis mengambil tema yang sangat unik dan menarik. Ceritanya secara garis besar bersifat fiktif dengan tokoh-tokoh dari legenda dan mitos seperti Peri dan Kurcaci. Yang paling unik adalah mewujudkan tokoh dengan imajinasi karakter yang baru dan berbeda dari yang lain dalam diri Bilbo Baggins si Hobbit. Penggambaran karakter di lakukan dengan sangat baik, rinci dan eksplisit di awal buku melalui kebiasaanya sehari-hari. Tapi makin kebelakang, penggambaran karakter makin lemah karena hanya melalui kata-kata seperti "dia takut", " dia baik" dan sebagainya. Dalam hal ini, penulis kurang memberikan ruang pada pembaca untuk berimajinasi dan menafsirkan sendiri karakter tokoh yang sebenarnya.

Dari segi penamaan, tokoh di novel The Hobbit ini juga termasuk unik dan tidak lazim. Tidak masalah, itu justru menambah nilai seni buku ini. Tapi yang sedikit membuat pembaca kesulitan adalah penamaan para tokoh yang mirip-mirip seperti Fili dan Kili, Bifur, Bofur dan Bombur dan lain-lain.

Tokoh-tokoh dalam novel ini juga termasuk sangat banyak. Penulis seharusnya tidak mengisi gerombolan kurcaci dengan dua belas orang. Apalagi penggambaran karakter yang menonjolnya kurang jelas, karena keduabelas kurcaci hanya di gambarkan sebagai pria pendek, gendut dengan jenggot yang di kepang. Empat atau lima kurcaci saja cukup sebenarnya dalam satu rombongan agar pembaca juga tidak kebingungan membedakan para tokoh.

Selain itu, cerita juga terasa datar pada bagian-bagian tertentu yang seharusnya lucu, mengaggumkan atau menegangkan. Contohnya ketika Bilbo dan para kurcaci berhasil lolos dari kawanan goblin dengan bantuan Raja Elang. Penggambaran suasana dan perasaan tokoh kurang jelas akibatnya kesan menegangkannya jadi hilang.

Begitu juga ketika Bilbo dan para kurcaci berada di Rivendell. Penulis kurang menggambarkan latar tempat secara detail. Rivendell sendiri digambarkan penulis sebagai istana megah dengan air terjun yang indah di sebelahnya. Tapi, penulis kurang mendeskripsikan lebih lanjut tentang pernak-pernik isi istana dan perasaan tokoh ketika melihatnya.

Novel ini memang mempunyai beberapa kekurangan di beberapa bagiannya. Perbaikan perlu di perhatikan penulis adalah dari segi penggambaran karakter secara detail dan penyederhaan tokoh yang terlibat dan berperan serta. Secara keseluruhan novel ini layak dijadikan bacaan ringan terutama bagi yang menyukai tokoh fiktif dari mitos-mitos yang ada.

Senin, 20 Oktober 2014

Drama : Menyalin (Diah, Nugie, Dwi, Fajar, Fanny)

Cast : 5 orang

Ada seorang siswi bernama Diah. Dia tidak disukai teman-temannya karena tak mau mengajarkan orang lain untuk pelajaran yang dia bisa. Dia hanya membiarkan Dwi Sartika, teman sebangkunya, untuk menyalin pekerjaan rumah matematikanya. Diah melarang Dwi Sartika untuk memberikan hasil pekerjaan rumahnya pada siapapun.

Fajar dan Fanny adalah salah satu siswa yang tidak mengerti pelajaran matematika. Mereka tidak tahu bagaimana cara menyelesaikan pekerjaan rumah di berikan tiga hari yang lalu. Karena takut dimarahi, mereka berdua sepakat untuk menyalin hasil pekerjaan rumah Diah dengan meminta pada Dwi Sartika. Karena kasihan, Dwi Sartika membiarkan Fajar dan Fanny untuk menyalin pekerjaan rumahnya. Dwi Sartika meminta agar Fajar dan Fanny merahasiakannya dari Diah.

Dwi  : Hai Diah !

Diah : Hai Dwi. Apa kamu sudah menyelesaikan pekerjaan rumah matematika?

Dwi : Sedikit. Ada bagian yang tidak kumengerti. Bisakah kau membantuku?

Diah : Maaf, aku malas melakukannya. Jika kau mau, kau bisa menyalin pekerjaan rumahku.

Dwi : Benarkah? Boleh aku bawa pulang?

Diah : Tentu, tapi kau harus membawanya besok. Tapi jangan beritahu siapapun. Kau mengerti?

Dwi : Tentu.

Dwi menyalin pekerjaan rumah Diah selama istirahat. Menjelang jam pulang sekolah, Dwi selesai menyalin pekerjaan rumah Dwi. Melihat Dwi yang sudah menyelesaikan pekerjaan rumahnya, Fajar dan Fanny berniat meminjam tugas Diah.

Fanny : Hai Dwi. Kau sibuk sekali daritadi?

Dwi : Hai Fanny. Kau benar, aku menyelesaikan tugasku tadi.

Fajar : Tugas matematika?

Dwi : Ya. Aku menyalin tugas Diah. Kalian sudah mengerjakannya?

Fanny : Sedikit. Tapi ada yang tidak kumengerti.

Fajar : Ya, aku juga. Kau sudah menyelesaikan semua tugasmu?

Dwi : Ya.

Fajar : Bisakah kami menyalinnya? Aku menyalin tugasmu dan Fanny menyalin tugas Diah.

Dwi : Baiklah, tapi jangan sampai Diah tahu.

Fanny : Oke. Kami akan membawanya besok. Kami suka orang baik hati sepertimu.

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Dwi menemui Fajar dan Fanny meminta buku tugasnya kembali.

Dwi : Di mana buku tugasku dan Diah? Diah akan segera mencarinya.

Fajar : Ini buku tugasmu.

Dwi : Dan dimana buku tugas Diah, Fanny?

Fanny : Maaf Dwi, tapi aku tak membawanya.

Dwi : Kamu serius?

Fajar : Kamu ceroboh sekali. Jika Diah marah pada Dwi, ini semua adalah kesalahanmu.

Fanny : Ya. Maafkan aku. Ini semua salahku. Aku ceroboh.

Dwi : Sudahlah, sebaiknya kita jangan saling menyalahkan. Sebaiknya kita terus terang pada Diah.

Fanny : Aku yang akan bicara padanya. Semoga dia mau memaafkan kita.

Fanny, Dwi dan Fajar menemui Diah.

Diah : Hai Dwi, Fajar, Fanny.

Dwi : Hai Diah.

Diah : Dwi, bisa kamu kembalikan bukuku sekarang. Pak Nugie akan segera datang.

Dwi : Maaf  Diah, bukumu tak ada padaku.

Diah : Apa maksudmu, Dwi?

Dwi : Bukumu ku pinjamkan pada Fanny. Dan sekarang dia lupa membawanya.

Diah : Meminjamkan pada orang lain? Kau tahu aku sangat membenci orang yang lancang.

Dwi : Ya, aku minta maaf. Ini semua salahku.

Fanny : Bukan, ini salahku Diah. Kami mendesaknya meminjamkan bukumu pada kami berdua.

Diah : Diam. Ini semua tak akan membantu. Apa yang harus kulakukan Dwi jika Pak Nugie meminta tugasnya dikumpulkan hari ini?

Fajar : Kita akan menemanimu bertemu Pak Nugie. Kita katakan yang sebenarnya.

Fajar, Dwi dan Diah bersama-sama menemui Pak Nugie di kantornya.

Fajar : Permisi Pak. Ada yang ingin kami bicarakan?

Pak Nugie : Apa itu?

Diah : Mohon maaf, Pak. Saya tidak bisa mengumpulkan tugas yang bapak berikan hari ini.

Pak Nugie : Kenapa?

Fanny : Karena saya tidak membawa buku tugas Diah, Pak.

Pak Nugie : Kamu menyalin tugas Diah?

Fanny : Ya, pak kami minta maaf. Saya seharusnya tidak menyontek.

Pak Nugie : Bagus kalau kamu sadar kalau mencontek itu salah. Kalian seharusnya berbagi ilmu dengan belajar bersama. Bukan dengan saling menyontek.

Diah : Ini bukan salah Fanny sepenuhnya, Pak. Saya salah selama ini bersikap egois.

Pak Nugie : Tak apa. Bapak harap, kalian bisa belajar dari kesalahan kalian kali ini.

Dwi : Terima kasih, Pak.

Kamis, 16 Oktober 2014

Resensi Novel Sherlock Holmes Misteri Kematian Bintang Sirkus


Judul Buku : Sherlock Holmes Dan Laskar Jalanan Baker
Street : Misteri Kematian Bintang Sirkus
Penulis : Tracy Mack dan Michael Citrin
Penerbit : Qanita PT Mizan Pustaka
Cetakan : I, Februari 2008 II, Mei 2008
Tebal buku : 308 halaman
Dimensi : 13 cm x 20,5 cm
Kategori : Misteri – cerita detektif
Text Bahasa : Indonesia

Dalam novel ini, dikisahkan kasus kematian Walenda Bersaudara, bintang sirkus ahli akrobat milik Barboza. Mereka terjatuh dan tewas seketika saat sedang melakukan pertujukan dengan tali yang digantungkan diketinggian 12 meter. Mereka terjatuh karena tali yang mereka gunakan tiba-tiba terputus.

Detektif Sherlock Holmes meminta bantuan dari Pasukan Laskar Jalanan untuk menyelidiki kasus ini dan mengirim mereka ke tenda sirkus. Wiggins memimpin teman-temannya untuk memperoleh informasi tentang Walenda Bersaudara dari para pemain sirkus lainnya. Walenda Bersaudara terdiri dari empat orang lelaki bersaudara. Beberapa hari sebelum pertunjukan, anggota Walenda Bersaudara yang paling muda menghilang bersama pacarnya, Penelope. Dari penyelidikan tersebut, menduga bahwa anggota sirkus yang paling punya motif untuk membunuh Walenda Bersaudara adalah Indigo Jones, pemain trapeze yang didaulat menggantikan Walenda Bersaudara untuk bermain akrobat tali, dan Zoloft sang pelempar pisau yang jelas-jelas membenci Walenda Bersaudara karena Cesar Walenda, membawa kabur Penelope, asisten sekaligus wanita yang dicintainya.

Pada saat penyelidikan, Holmes datang ke sirkus dan memeriksa TKP (tempat kejadian perkara) dan berhasil menemukan sejata pembunuhan sekaligus trik pembunuhannya. Semakin ditemukannya fakta-fakta yang mendukung deduksinya, Holmes akhirnya menyadari bahwa ternyata ada benang merah yang menghubungkan kasus pembunuhan di sirkus Barboza dengan pencurian buku berumur dua ratus tahun yang bertatahkan batu-batu mulia yang disimpan di Istana Buckingham Inggris, The Stuart Chronicle.

Secara keseluruhan, cerita yang dibawakan cukup mudah dipahami, dengan sebagian besar cerita memang difokuskan pada Laskar Jalanan Baker Street. Dalam hal perwatakan, penulis mampu menciptakan sosok Sherlock Holmes yang unik dengan luar biasa. Holmes digambarkan sangat genius dengan kemampuannya menganalisa masalah dan melihat pribadi seseorang hanya dengan sekali lihat. Tapi sayangnya, peran Dr. John Watson dalam novel ini nyaris tidak ada. Bahkan Watson digambarkan agak angkuh di novel ini, sangat berbeda dengan karakter Watson pada novel Sherlock Holmes karya Sir Arthur Conan Doyle.

Di bagian akhir novel ini adalah adanya penjelasan tentang bahasa slang (semacam bahasa kode yang iramanya miripndengan kata sebenarnya). Contoh (dalam bahasa Indonesia) seperti menjauhi ubur-ubur artinya kabur, tinta merah artinya darah, dan sebagainya. Selain itu, kita juga akan ditunjukan bagaimana pikiran Holmes bekerja saat menganalisa sesuatu.  Ada juga seni penyamaran yang dapat digunakan, walaupun kayaknya kurang relevan kalo diterapkan di jaman teknologi seperti sekarang.

Dan dari semua hal di atas, yang paling menarik lagi adalah ada teka-teki menarik dalam novel ini yang merupakan benang merah dan otak dalam setiap masalah yang ada. Pembaca hanya di tuntut untuk jeli memperhatikan.  Dengan membaca novel ini, pembaca akan benar-benar merasa berada pada abad ke-18 era Ratu Victoria dengan rincian latar tempat dan suasana bahkan jenis dan model pakaian yang tergambar jelas.

Kelebihan lain novel ini adalah mempunyai sampul yang menarik dan jenis kertas yang cukup baik. Harganya juga relatif terjangkau dan mudah di dapatkan. Secara keseluruhan, novel ini sangat di rekomendasikan bagi para pembaca muda yang tertarik dengan ilmu detektif dan hal-hal berbau misteri.

Minggu, 12 Oktober 2014

Pernikahan

Pernikahan adalah ikatan

Janji dengan perkara besar di hadapan Tuhan

Dengan kekang aturan  pada kebebasan

*

Pernikahan adalah pengorbanan

Rela menanggung beban kala kesetiaan dan ekonomi menjadi ujian

Harus selalu memaafkan walau sakit hati belum tersembuhkan

*

Pernikahan adalah judi

Jika benar memilih akan hidup bak Romi dan Juli

Jika salah harus siap tertekan sampai mati

*

Pernikahan hanyalah gengsi

Simbol status harga diri

Dan modal awal di depan sengkuni

*

Pernikahan adalah pelanggaran

Pelegalan untuk melakukan kekerasan

Bebas sewenang-wenang dengan pasangan

*

Pernikahan membuat anak menjadi beban

Terlebih bagi yang uangnya hanya cukup untuk makan

Sedangkan anak perlu jajan dan pendidikan

Sabtu, 11 Oktober 2014

Kau Pantas Di Benci

Aku takut..

Melihat melihat tubuhnya bergetar mencoba untuk tetap tegar

Aku takut..

Melihat derai air mata di wajah lelahnya setelah seharian bekerja

Aku takut..

Mendengar ancaman dan penghinaan yang sering kau ucapkan padanya

*

Kau bukan anugerah yang seharusnya diberi Tuhan untuk orang sebaik dirinya

Kau sampah tak berguna!

Pecundang miskin dan egois yang bertingkah bak penguasa

Menganggap lelah bukan sifat manusia sementara kau berleha-leha

*

Kau hina dia seenaknya

Kau senang merasa berkuasa atas dirinya

Tapi dia tetap bertahan dan mengalah

Dia tahu ada orang lain yang hidupnya ada ditangannya

*

Sungguh, kau adalah setan berwujud manusia

Bukan hanya dia yang kau sakiti, tapi Tuhan kau buat murka

Ke depan adalah penentuan

Seberapa menyakitkan balasan Tuhan yang akan kau terima

*

Memang tak salah Tuhan berkehendak

Dia beri hadiah itu pada orang yang tepat

Agar kau tahu bagaimana rasanya sakit dan tersakiti

Sebagaimana yang selama ini dia alami

*

Aku heran hadiah itu tak membuatmu bersikap lebih baik

Kau umbar kemarahan pada setiap orang di sekelilingmu termasuk dia yang setia di sampingmu

Tak apa, aku tak peduli

Karenamu aku percaya bahwa memang ada orang yang pantas di benci

Kamis, 02 Oktober 2014

Contoh Soal Fisika


Lks. Hal 8.

4. Seutas tali yang panjangnya 9 m, salah satu ujungnya diikat kuat. Tali ini digetarkan oleh suatu penggetar periodenya 3 sekon, amplitudonya 6 cm. Simpangan sebuah titik yang berjarak 0,5 m dari ujung tetap setelah tali bergetar 5 sekon, jika panjang gelombang yang terjadi 6 cm adalah..

Jawab:

Dik :

l = 9 m = 900 cm
T = 3 s
A = 6 cm
Lamda = 6 m = 600 cm
x = (900-600) cm = 300 cm

Dit : y = ?

Jawab :

k = 2π/lamda = 2π/600

y = 2A cos kx sin wt
y = 2. 6. cos  2π/600. 300. sin 2π. 1/3. 5
y = 12 cosπ sin 10/3π
y = 12 cos 180. sin 600
y = 12. -1.(-1/2√3)
y = 12. 0.87
y = 10,39~ 10.5

Panjang gelombang yang terjadi = 10,5-6 cm= C. 4.5 cm

Lks hal 16 no. 5

5. Jika intensitas ambang gelombang bunyi 10^-12  watt/m2, maka bunyi yang memiliki intensitas 10^-8 watt/m2 mempunyai taraf intensitas sebesar...

Dik :

Io = 10^-12 watt/m2
I = 10^-8 watt/m2

Dit : TI = ?

Jawab :

TI = 10 log I/Io
TI = 10 log 10^-8/ 10^-12
TI = 10 log 10^4
TI = 10. 4
TI = C. 40 dB

Lks hal 29 No. 20

20. Dua buah gelombang cahaya masing-masing dengan panjang gelombang 6.600 A dan 5.800 A, di lewatkan secara tegak lurus pada sebuah kisi dengan jumlah garis 500 per mm. Jika layar terletak pada jarak 3 m dari kisi, maka jarak antara terang pertama dan kedua gelombang cahaya tersebut adalah..

Dik :

d = 3 m= 300 cm
Lamda1 = 6.600 A
Lamda2 = 5.800 A
Δy1 = 500 mm

Dit: Δy2 = ?

Δy2 = 5.800 A. 500/ 6.600 A
Δy2 = 290.000/6.600
Δy2 = 43.93 mm = 4.39 cm ~  D. 4 cm

Kamis, 18 September 2014

Pidato Tentang Sistem Pendidikan

Ass. Wr. Wb Salam sejahtera bagi kita semua.

Puji syukur kehadirat Tuhan yang Maha Esa sehingga pada kesempatan kali ini kita bisa berkumpul bersama dalam keadaan sehat walafiat.

Pada kesempatan kali ini, saya ingin membahas sedikit tentang praktik bullying yang terjadi di salah satu sekolah terkemuka di DKI Jakarta. Berita penganiayaan 13 siswa kelas XII terhadap seorang siswa kelas X, kini telah menjadi  sorotan utama di sejumlah media massa. Bagaimana tidak, tindakan bullying tersebut dilakukan di sekolah negeri yang berada tepat di Ibukota. Terlebih, sekolah tersebut merupakan salah satu sekolah unggulan dan menjadi favorite  di daerahnya.

Berita ini tentu membuat prihatin banyak pihak, termasuk saya. Ini membuktikan bahwa fasilitas terbaik dan kemudahan dalam akses tranportasi dan informasi tak menjamin peningkatan pada mutu pendidikan itu sendiri. Kita semua sadar, ada yang salah dalam sistem pendidikan di Indonesia. Pendidikan saat ini yang hanya terfokus pada pengembangan kecerdasan secara intelektual, tidak di imbangi dengan pengembangan kecerdasan emosional yang memadai. Akibatnya terlihat jelas dengan kurang kuatnya pemahaman dasar siswa tentang nilai baik dan buruknya sesuatu. Emosi siswa yang tidak stabil menjadikan siswa mudah menerima paham-paham negatif  yang seringkali berlawanan dengan etika dan norma di masyarakat.

Maka dari itu, diperlukan peran orang tua untuk turut aktif  memberikan pendidikan karakter dan moral yang baik sehingga penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dapat di minimalisir.

Demikiaan pidato singkat dari saya. Semoga bermanfaat. Atas perhatiaannya, saya ucapkan terima kasih. Wass. Wr. Wb

Selasa, 16 September 2014

Cinta Dalam Diam

Pelajaran Sejarah hari ini itu bener-bener  menyenangkan. Aku nggak nyangka kalau kamu mau bercanda sama aku. Walaupun masa pemerintahan orde baru jadi materi yg cukup berat politiknya, tapi aku enjoy banget. Gapapa deh kamu panggil aku Bu Ahok. Ya, itukan sama aja kayak panggilan sayang yang spesial dari kamu cuma buat aku. Aku jadi senyum-senyum sendiri kan waktu kamu ngetawain aku gara-gara kamu ngira aku salah tulis. Enggak kok, aku nggak salah tulis. Lagian kamu nyontek orang yg salah, jadi ikutan salah kan?! Setidaknya dengan kejadian tadi aku jadi tau kalau kamu itu sedikit care sama aku. Aku sangat bersyukur karena kejadian tadi kita bisa berkomunikasi. Kita kan sekarang jadi bisa tertawa bersama, bercanda dan saling-mengejek. Aku lega kamu nggak tau apa-apa tentang perasaan aku yang sebenarnya. Itu yang aku suka dari mencintai dalam diam. Aku bisa sangat bahagia dengan hal-hal kecil yang mungkin bagi orang lain nggak berarti apa-apa. Selain itu, tetap bisa bahagia dengan menjadi diriku apa adanya didepan kamu. Dan utamanya, dengan mencintai dalam diam aku bisa merasa memilikimu. Tak ada seorang pun yang mampu mengganggu atau merebutmu dariku. Cinta itu terlihat sangat sederhana ya, tapi indah bermakna dan mampu membuatku sangat bahagia.

Sabtu, 30 Agustus 2014

Duduk Di Sampingku

Jum'at 29 Agustus, akan selalu jadi hari bahagia yang akan kuingat selamanya. Penyebabnya sederhana, yaitu kamu yang menghampiriku dan duduk disampingku. Corel draw ternyata anugrah bagi kita. Karena tanpanya aku tak bisa berbicara dan memandangimu dengan leluasa. Tapi ternyata, aku tak sanggup berlama-lama. Aku tak bisa menahan gejolak hatiku dengan kamu tepat disampingku. Aku jadi salah tingkah karena memilih antara bersikap biasa atau mencoba mengirim sinyal cinta. Akhirnya aku memilih pergi dan menenangkan diri. Mungkin ini yang namanya mati gaya. Bingung mau apa dan bagaimana. Aku berharap rasa sukaku padamu tidak terlalu ketara. Dengan begitu aku bisa meminta bantuanmu dengan bebas leluasa. Semua harus seperti biasa dan mengalir apa adanya. Aku tak ingin kamu peka dan dampaknya jadi ada rasa canggung diantara kita. Aku tak ingin itu terjadi, karena dari hati dan logika, itu jauh lebih menyiksa.

Sabtu, 23 Agustus 2014

Keputusan MK dan Gantengnya Hamdan Zoelfa

Kamis, 21 Agustus kemarin mungkin akan menjadi salah satu hari yang akan selalu di ingat masyarakat Indonesia berpuluh-puluh tahun kedepan. MK, dengan sembilan hakimnya, udah memutuskan kalo Jokowi-JK lah yang memenangkan pilpres. Dan dengan ditolaknya seluruh gugatan Prabowo, maka nggak akan ada PSU apalagi pemilu ulang. Bagi Fadli Zon dkk, gue saranin buat deketin Prabowo. Siapa tau dapet jackpot di lempar Iphone S5 atau Samsung AC+.

Menurut gue, kemarin itu bener-bener hari yang menegangkan sekaligus menakutkan. Temen-temen gue di sekolah pada di himbau sama orang tuanya biar pada pulang secepatnya. Banyak ortu temen-temen gue yang khawatir akan ada demontrasi besar-besaran yang berakhir kerusuhan. Dan bener aja, ketika gue pulang dan nonton tv, hampir semua stasiun tv nayangin aksi-aksi unjuk rasa di seluruh titik di ibukota. Takut juga sih. Tapi yang kayak gini kan adanya cuma lima tahun sekali, jadi ya harus dinikmatin. Mungkin bener kata orang, pilpres 2014 itu unik dan beda. Persaingannya bener-bener ketat sehingga masing-masing pendukung belain jagoannya mati-matian. Tapi syukurnya, sejauh ini suasana tetap tenang dan aman karena kedua pihak menerima keputusan akhir MK dengan baik.

Ketika keputusan MK tentang sengketa pilpres dikeluarin, ada satu hal yang gue sesalin. Bukan terkait siapa yang menang dan jadi presiden, tapi karena gue dan ribuan kaum hawa lain di nusantara dari Sabang sampai Merauke, nggak akan bisa lagi melototin Hamdan Zoelfa, Ketua MK yang ganteng bin kece badai. Alisnya yang tebel dan tatapannya itu lho yang nggak nahan. Pantes aja saksi-saksinya pada grogi, kalo gue sih pasti meleleh diliatin intens gitu sama pak Hakim.

Gara-gara Pak Hamdan Zoelfa yang kece, gue jadi selalu pengen cepet-cepet sampai rumah tiap pulang sekolah. Kan lumayan belajar politik sekalian cuci mata. Awalnya, jujur, gue nganggep Prabowo lebay pake ke MK segala. Tapi ternyata selalu ada hikmah dibalik segala sesuatu, kan. Misteri Tuhan siapa yang tahu. Kalo bukan karena Prabowo, mana mungkin gue tau kalo ternyata Indonesia punya Ketua MK yang ganteng banget. Udah cakep, pinter, berwibawa, bijaksana lagi. Salut deh sama Pak Hakim. Semoga kedepan Pak Ketua MK yang kece badai tetap amanah ya mutusin sengketa-sengketa lainnya. Jangan kayak yang sudah-sudah ya Pak, ujung-ujungnya malah silahturahmi sama Abraham Samad di gedung KPK. Selamat bekerja Pak Hamdan Zoelfa. :)

Jumat, 22 Agustus 2014

Optimisme dan Kenyamanan Kamar

Menjalani hari tanpa kejutan adalah hal yang sangat biasa bagi sebagian orang. Waktu terus berlalu, berjalan dan tak sedikit yang terbuang. Aku sering berfikir, tentang awal dan akhir yang gelap tak terjawab. Mungkinkah sorot lampu pertunjukan kehidupan membuat seseorang  menjadi pemeran utama di opera hidup banyak orang? Seperti yang diketahui, daya pikat optimisme mampu menjadi bahan bakar euforia dan semangat juang meledak-ledak. Memang cenderung mendadak, tapi didalamnya ada esensi pantang menyerah yang terarah. Tetap semangat merupakan ciri khas yang melekat, terlebih jika diimbangi idealisme dalam diri untuk menjadi sesuatu yang lebih berarti. Aku si Nona Muda kini berada di titik tertinggi percaya diri. Tolong bantu aku melangkah agar tak salah arah. Jika lalai, bantu aku bangun agar tak lalai dan terbuai. Bagaimanapun juga, aku hanyalah Nona Muda yang selalu ingin menciptakan kenyamanan di bilik kamarnya yang sederhana.

Rabu, 20 Agustus 2014

Ingin Jadi Balita

Sebagai remaja pada umumnya, aku tak tahu apakah aku siap menjalani masa depan. Ramalan, tafsiran dan bakat yang belum ditemukan masih menjadi misteri yang pemecahannya belum kuketahui. Pikiranku belum stabil. Aku tak tahu keputusan apa yang sebaiknya kuambil. Pertimbangan saran dan masukan teman mungkin bisa menjadi opsi bagiku untuk mencari identitas diri. Kamu tahu, ketakutan terbesarku adalah hidup sengsara dimasa tua. Dan pengalamanku sejak kecil yang berjibaku dengan hidup  seadanya, tidak membuatku siap untuk kembali menjalaninya. Saat ini, masalah yang paling urgensi untuk kutangani adalah memilih jurusan antara yang ku sukai dan yang sebaiknya ku kuasai. Aku takut kesalahanku memilih jurusan akan menggantungkan masa depanku di tiang kegagalan. Dan berakibat impianku yang masih remang-remang, tiba-tiba suram dan menghilang. Kamu tahu, kegalauanku menjadi remaja membuatku merasa tak ingin menjadi dewasa dan tua. Aku ingin untuk tetap menjadi balita, yang tak perlu cemas dengan masa depannya.

Senin, 18 Agustus 2014

Cinta Yang Sama


For Mr. C,

Tiga tahun ini, aku berada dalam bayang-bayang semu antara harapan dan ketidakpastian. Sesuatu tentang kamu membuatku berkukuh walau rapuh. Aku adalah payung tempatmu berlindung, dan semakin lama citraku tentang kita, semakin gila dan tak ada habisnya. Kamu dan dia adalah suatu kepastian saat ini, walau hatiku mengutuk iri. Aku hanya pengukir mimpi yang takut berimajinasi. Imajinasi yang kelam kala kusadar bahwa bukan akulah tempatmu bersandar. Kita memang tak mungkin bersahabat apalagi lebih dekat. Kamu tahu, bukan karena aku sombong untuk menyapa dan tertawa bersama. Tapi lebih karena aku tak sanggup menciptakan kata yang mampu mengisi ruang antara kita. Biarlah aku menjadi seperti ini, C. Tak ada yang perlu disesali. Biar aku mencintaimu dalam diam dan berharap akan ada suatu keajaiban. Aku tak terlalu berharap cintaku akan berakhir bahagia selamanya seperti dalam romansa. Tapi, kuakui bahwa tak ada yang lebih membuatku bahagia dibanding cinta yang sama dari orang yang dipuja.